Sutradara 'Parasite' Sebut Hollywood Tak Perlu Takut dengan Maraknya Kekerasan Anti-Asia
Instagram/bong_joon_ho
Film

Bong Joon Ho berharap agar orang-orang Hollywood bisa lebih berani menghadirkan esensi masalah yang ada di masyarakat dan memberi solusi melalui karya mereka.

WowKeren - Sutradara film pemenang Oscar Bong Joon Ho ikut buka suara mengenai maraknya kekerasan terhadap orang Asia di seluruh Amerika Serikat. Ia telah menyaksikan bagaimana gelombang kebencian Anti-Asia dan insiden kekerasan masih merajalela.

Ia yakin bahwa dunia perfilman Hollywood mampu menghadirkan perubahan di tengah suasana yang kian memanas itu. Menurutnya, Hollywood seharusnya tidak takut untuk menceritakan kisah-kisah yang lebih berani sebagai salah satu cara untuk menangani masalah tersebut.

Hal itu ia sampaikan saat tampil sebagai bintang tamu di acara Chapman University, Dodge College Master Class. Sebagai manusia biasa, ia mengakui jika menyaksikan kejahatan rasial memang hal yang mengerikan.

"Saya jauh di Korea dan saya harus melihat segala sesuatu di berita dari sudut pandang orang luar," kata sutradara "Parasite" tersebut. "Tetapi sebagai seseorang yang merupakan bagian dari umat manusia, secara pribadi, cukup menakutkan untuk menyaksikan kejahatan rasial terhadap orang Asia-Amerika dan Gerakan BLM."


Kendati demikian, ia berharap agar hal-hal semacam ini tidak membuat orang-orang di Hollywood ciut nyali. Sebaliknya, para pembuat film maupun tim kreatif bisa lebih berani.

"Membuat film membutuhkan banyak waktu dan biaya, ini adalah unit besar yang tidak mampu jika harus menyesuaikan dengan masalah yang terjadi di masyarakat secara tiba-tiba," lanjutnya. "Namun justru karena itu, kreator dan pembuat film harus lebih berani menghadapi suatu masalah dan tidak perlu takut menghadapinya."

Mengutip "Do The Right Thing", ia menunjukkan bagaimana peran para pembuat film untuk menggambarkan fenomena yang ada di tengah masyarakat. Pendekatan semacam itu jugalah yang ia gunakan untuk membuat "Parasite".

"'Parasite' adalah film di mana saya mencoba mengambil pendekatan itu. ('Parasite') berbicara tentang si kaya dan si miskin di tengah masyarakat kita," tambahnya. "Ini dimulai dengan pertanyaan tentang 'Apa artinya menjadi miskin atau kaya di zaman seperti sekarang ini?'"

Seorang seniman menurutnya, harus mampu membaca esensi masalah yang ada di tengah masyarakat lewat kehidupan sehari-hari. "Dan mengirimkan jawaban atas pertanyaan tersebut melalui karya," imbuhnya.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts