Masih Dipakai di Indonesia, Vaksin AstraZeneca Disetop Total di Denmark
Twitter/KemenkesRI
Dunia
Vaksin COVID-19

Pejabat Denmark mengatakan bahwa semua 2,4 juta dosis vaksin AstraZeneca akan ditarik sampai pemberitahuan lebih lanjut. Direktur Jenderal Soren Brostrom mengatakan hal ini adalah 'keputusan yang sulit'.

WowKeren - Vaksin AstraZeneca menjadi salah satu vaksin yang digunakan dalam program vaksinasi virus corona (COVID-19) di Indonesia. Berdasarkan keterangan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), vaksin AstraZeneca kini telah didistribusikan ke tujuh provinsi, yakni Kepulauan Riau, Jawa Timur, Bali, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, DKI Jakarta, dan Maluku.

Namun, penggunaan vaksin AstraZeneca justru disetop total di Denmark. Keputusan ini diambil di tengah kekhawatiran tentang kasus langka pembekuan darah.

Pejabat Denmark mengatakan bahwa semua 2,4 juta dosis vaksin AstraZeneca akan ditarik sampai pemberitahuan lebih lanjut. Menurut Otoritas Kesehatan Denmark, penelitian menunjukkan frekuensi pembekuan darah yang lebih tinggi dari yang diharapkan pasca menerima suntikan, mempengaruhi sekitar satu dari 40 ribu orang.

Direktur Jenderal Soren Brostrom mengatakan hal ini adalah "keputusan yang sulit". Namun Denmark disebutnya masih memiliki vaksin lain yang tersedia dan saat ini epidemi COVID-19 di negara tersebut telah terkendali.


"Kelompok sasaran vaksinasi berikutnya lebih kecil kemungkinan mengalami sakit parah akibat COVID-19," jelas Brostrom dikutip dari BBC, Kamis (15/4). "Kita harus mempertimbangkan fakta bahwa kita sekarang memiliki risiko efek samping yang parah dari vaksinasi dengan AstraZeneca, bahkan jika risiko tersebut kecil."

Adapun vaksin AstraZeneca hingga kini telah diberikan kepada sekitar 150 ribu orang di Denmark. Pihak otoritas pun menyatakan tak bisa menutup kemungkinan akan menggunakan vaksin AstraZeneca lagi di lain waktu.

Di sisi lain, 2,4 juta dosis vaksin AstraZeneca yang tidak lagi digunakan oleh Denmark tersebut kini diincar oleh Ceko. Wakil Perdana Menteri Ceko, Jan Hamacek, mengaku telah menginstruksikan Duta Besar Ceko di Denmark untuk mencoba membeli jutaan dosis vaksin AstraZeneca tersebut. Selain itu, Hamacek juga mengaku akan terbang ke Moskow untuk mengatur pengiriman vaksin Sputnik V Rusia usai penggunaannya disetujui oleh Badan Obat Eropa (EMA).

Sebelumnya, Komite Bersama untuk Vaksinasi dan Imunisasi Inggris (JCVI) merekomendasikan agar vaksin AstraZeneca tidak diberikan kepada orang di bawah 30 tahun. Dalam pernyataan JCVI, disebutkan bahwa data yang tersedia menunjukkan kemungkinan kasus efek samping langka itu lebih mempengaruhi kelompok usia dewasa muda.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts