Siklon Tropis Surigae Berpotensi Jadi Badai Raksasa, Sumatera Sampai Papua Wajib Waspada!
bmkg.go.id
Nasional

LAPAN mengungkap efek langsung siklon tropis Surigae dirasakan di wilayah utara Indonesia, tepatnya Sulawesi sampai Papua. Namun Sumatera, Jawa, Kalimantan bisa terkena dampaknya juga.

WowKeren - Beberapa waktu lalu Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menemukan bibit siklon tropis 94W yang belakangan berkembang menjadi Surigae. Dan sebagaimana siklon tropis Seroja, Surigae tak bisa dipandang sebelah mata apalagi jika merujuk keterangan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) berikut ini.

Dalam keterangannya, LAPAN mengingatkan badai siklon tropis Surigae berpotensi menjadi super taifun atau badai berukuran raksasa. Badai siklon tropis Surigae ini terbentuk di utara Papua sejak Rabu (14/4) kemarin dan kini semakin menguat.

Peneliti LAPAN, Erma Yulihastin, membenarkan jika siklon tropis Surigae itu bergerak menjauh Indonesia, tepatnya ke arah barat laut menuju Filipina. Namun nyatanya calon badai berukuran masif ini bisa memengaruhi Indonesia mulai dari Sumatera sampai Papua.

Erma menuturkan, pergerakan angin dari ekor siklon tropis itu menjangkau wilayah-wilayah di bagian utara Indonesia. "Seperti Pulau Halmahera dan Sulawesi bagian utara, dan menimbulkan angin kencang sekitar 2-4 meter per detik di atas darat dan 8-10 meter per detik di atas laut," jelas Erma di Bandung, Jumat (16/4).


Bukan cuma kedua wilayah itu, Surigae bisa berpengaruh langsung untuk sebagian besar Papua, tepatnya di wilayah kepala burung atau Papua Barat. Alhasil keberadaan siklon tropis ini dapat menimbulkan hujan deras dan angin kencang di Papua bagian utara pada Minggu (18/4) dan Senin (19/4).

"Apalagi berdasarkan pantauan Satellite-based Disaster Early Warning System (SADEWA) milik LAPAN, terdapat bibit badai baru di timur-utara Papua dekat siklon Surigae," terang Erma. "Yang saat ini telah bergabung sehingga semakin memperkuat Surigae."

Mungkin efek langsungnya dirasakan di wilayah Papua. Namun efek jarak jauh dari super taifun ini bisa membangkitkan hujan-hujan sporadis di sebagian Kalimantan, Sumatera, dan Jawa.

"Hujan sporadis ditandai dengan hujan intensitas sedang hingga tinggi yang terjadi secara singkat pada sore-malam hari," ujar Erma. Di Jawa sendiri, hujan sporadis juga disebabkan oleh angin monsun timuran yang "kalah saing" dengan efek siklon tropis Surigae.

Prediksi dari Joint Typhoon Warning Centre Amerika Serikat pun mengungkap Surigae berpotensi kuat menjadi badai siklon raksasa atau super taifun yang kekuatan anginnya tak main-main. Menurut Erma, kekuatan angin tertingginya bisa mencapai 260 kilometer per jam pada Senin (19/4) depan saat menyentuh kawasan pesisir timur Filipina bagian utara.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts