Terungkap Alasan Aburizal Bakrie Mau Jadi Relawan Pertama Vaksin Nusantara
Instagram/aburizalbakrie.id
Nasional
Kontroversi Vaksin Nusantara

Vaksin Nusantara gagasan mantan Menteri Kesehatan Terawan saat ini menjadi kontroversi. Hal itu dikarenakan vaksin Nusantara sudah digunakan meski belum mendapatkan izin dari BPOM.

WowKeren - Kontroversi vaksin Nusantara tampaknya masih hangat diperbincangkan publik. Seperti yang diketahui sebelumnya, vaksin COVID-19 Nusantara menjadi kontroversi setelah disuntikkan kepada Ketua DPP Parta Golkar Aburizal Bakrie, padahal belum mengantongi izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Melalui akun Twitter pribadinya, @aburizalbakrie, Aburizal mengaku sebagai relawan pertama yang disuntik dosis vaksin Nusantara. "Saya termasuk yang pertama menjadi relawan untuk Vaksin COVID-19 buatan anak bangsa ini," tulis Aburizal di Twitter, Jumat (16/4).

Aburizal juga mengungkapkan alasannya mau menjadi relawan pertama yang mendapatkan dosis vaksin Nusantara yakni dikarenakan ada "hutang nyawa" ke mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto selaku penggagas. Ia juga mengaku percaya terhadap vaksin COVID-19 gagasan Terawan.

"Saya percaya dengan vaksin ini karena memang saya percaya dengan kemampuan Dokter Terawan," imbuhnya. "Bahkan saya ini pernah hutang nyawa, karena beliau dengan metode 'cuci otak'-nya pernah menyelamatkan saya dari serangan stroke yang fatal."

Aburizal mengungkapkan sebelum menjalani suntik vaksin Nusantara, darahnya telah diambil untuk dijadikan sampel. "Sampel darah saya sudah diambil duluan delapan hari lalu," ungkapnya.


Saat melakukan vaksinasi COVID-19, Aburizal tidak melakukannya sendiri, melainkan juga ditemani sang istri. "Hari ini saya disuntik Vaksin Nusantara selain saya, tadi istri saya juga ikut divaksin di RSPAD," jelas Aburizal.

Selain itu, Aburizal Bakrie juga mengungkapkan bahwa banyak tokoh nasional yang pernah ditolong oleh Terawan. Ia mengklaim bahwa banyak tokoh yang mendukung Vaksin Nusantara.

"Karenanya dulu saya bela Dokter Terawan dengan #SaveDokterTerawan," terangnya. "Bukan hanya saya, banyak tokoh nasional yang pernah ditolong oleh Dokter Terawan, karenanya banyak juga tokoh yang mendukung Vaksin Nusantara ini."

Mantan Ketua Umum Partai Golkar itu menerangkan bahwa tak perlu ada pertentangan terkait dengan vaksin Nusantara. Menurutnya, vaksinasi COVID-19 merupakan ikhtiar yang baik untuk kemanusiaan.

Aburizal juga mengajak masyarakat memanfaatkan momentum bulan Ramadan untuk berdoa agar pandemi COVID-19 bisa segera teratasi dan berakhir, sehingga dapat kembali beraktivitas seperti sediakala.

"Di bulan Ramadan yang baik ini mari kita juga berdoa semoga pandemi COVID-19 segera teratasi, dan kita bisa kembali beraktivitas dan berkarya seperti sediakala," tutup Aburizal.

(wk/wahy)

You can share this post!

Related Posts