Ini Kata Jubir Jokowi Soal Isu Reshuffle Mendikbud Nadiem Makarim
Instagram/fadjroelrachman
Nasional
Reshuffle Menteri Jokowi

Juru Bicara Presiden Joko Widodo, Fadjroel Rachman, buka suara soal isu reshuffle kabinet yang santer dibicarakan usai DPR menyetujui peleburan Kemenristek ke Kemendikbud dan pendirian Kementerian Investasi.

WowKeren - Isu reshuffle Kabinet Joko Widodo-Ma'ruf Amin santer berhembus seiring dengan peleburan Kemenristek ke Kemendikbud dan juga hadirnya Kementerian Investasi. Nasib Mendikbud Nadiem Makarim dalam reshuffle kali ini pun menuai perhatian lantaran Kementerian-nya akan dijadikan satu dengan Kemenristek.

Juru Bicara Jokowi, Fadjroel Rachman, lantas buka suara terkait isu tersebut. Awalnya, Fadjroel menyatakan bahwa Jokowi selalu memilih putra-putri terbaik Indonesia sebagai Menteri-nya, baik kala menjadi Presiden di periode pertamanya hingga sekarang.

"Saya kan staf khusus Presiden Bidang Komunikasi. Nah, sebagai staf khusus, tentu tidak boleh mendahului Presiden Joko Widodo untuk menyampaikan siapa dan kapan akan ada perombakan Kabinet Indonesia Maju," terang Fadjroel dalam Instagram Live pada Jumat (16/4). "Tetapi yang kita tahu Presiden sudah disetujui oleh DPR untuk melakukan pembentukan Kementerian baru, namanya Kementerian Investasi. Kemudian juga disetujui oleh DPR untuk melakukan pengubahan Kementerian dari Kemendikbud ditambah Riset dan Teknologi (Ristek)."


Lebih lanjut, Fadjroel mengatakan tidak tahu kapan Jokowi akan mengisi kedua Kementerian baru tersebut. Termasuk apakah nantinya Mendikbud Nadiem akan diganti atau tidak.

"Kita tidak tahu kapan Presiden akan mengisi kedua kementerian ini, yang satu pembentukan baru Kementerian Investasi," kata Fadjroel. "Yang kedua istilahnya pengubahan, apakah tetap Pak Nadiem atau ada yang lain. Yang tahu hanya Presiden Joko Widodo dan Allah SWT."

Sebelumnya, anggota Komisi X DPR Andreas Hugo Pareira menyatakan bahwa isu reshuffle kali ini tidak berkaitan dengan kinerja dari masing-masing Menteri. Menurut Andreas, Nadiem selaku Mendikbud selama ini telah bekerja dengan baik dan bahkan kerap membuat terobosan-terobosan baru di dunia pendidikan. Maka dari itu, ia menilai tidak ada urgensi untuk me-reshuffle Nadiem.

"Saya melihat selama ini kinerja Nadiem Makarim bagus-bagus saja, bahkan dengan Nadiem sedang mempersiapkan terobosan-terobosan dalam dunia pendidikan dengan merdeka belajar, kampus merdeka dan peningkatan status guru-guru honorer," jelasnya dalam keterangan tertulis, Rabu (14/4). "Saya tidak melihat urgensi dan relevansi untuk me-reshuffle Nadiem."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts