Perburuan Jozeph Paul Zhang Janji Dibantu Uni Eropa, Begini 2 Cara Polri Pulangkan Penista Agama
Nasional
Penistaan Agama Jozeph Paul Zhang

Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto membongkar 2 cara untuk memulangkan paksa tersangka penistaan agama, Jozeph Paul Zhang, yang mengaku sebagai Nabi ke-26.

WowKeren - Kontroversi Jozeph Paul Zhang, seorang YouTuber yang mengaku sebagai Nabi ke-26 terus bergulir panas. Bahkan Polri siap melibatkan Interpol dalam upaya perburuan pria bernama asli Shindy Paul Soerjomoeljono tersebut.

Diungkap Bareskrim Polri, terdapat 2 cara untuk bisa memulangkan paksa tersangka penistaan agama itu. Menurut Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto, yang pertama tentu saja dengan penerbitan red notice oleh Interpol.

"Kan ada mekanismenya (menerbitkan red notice). Kita koordinasi dengan Hubinter, Interpol Indonesia, dengan pusat Interpol di Lyon. Disetujui nggak terbit red notice. Kalau terbit, baru bisa terbit," terang Agus, Selasa (20/4).

Lalu bagaimana jika red notice ini tidak bisa diterbitkan? Menurut Agus, masih terdapat cara lain yakni dengan melakukan kerja sama berupa government to government (G to G) alias antar pemerintah, dan police to police (P to P) alias antar kepolisian dua negara.


"Kalau nggak disetujui ya nanti kerja sama G to G atau P to P," sambung Agus. Kendati demikian, saat ini polisi masih berkutat pada upaya penerbitan red notice setelah menjadikan Jozeph sebagai tersangka penistaan agama serta memasukkannya dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Tak hanya Interpol, pencarian Jozeph juga janji akan dibantu oleh Uni Eropa. Hal ini ditegaskan Duta Besar Uni Eropa untuk RI, Vincent Piket, yang menegaskan bahwa pihaknya masih dalam upaya pencarian informasi terkait keberadaan Jozeph di Eropa.

"Kami belum mendapatkan informasi apa pun soal Jozeph Paul Zhang," ujar Vincent yang dijumpai pasca bertemu Gubernur DI Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X. Ia memastikan Uni Eropa akan bekerja sama dengan Polri terkait pencarian Jozeph, termasuk langsung menyampaikan informasi keberadaannya jika sudah terang.

"Pasti kami membantu Kepolisian RI sebagai konsekuensi hubungan baik Uni Eropa dan Indonesia," imbuh Vincent. "Beberapa negara yang pernah disinggahi sudah berusaha mencari informasi keberadaannya."

Sebagai informasi, beredar kabar jika Jozeph berada di Jerman ketika kasus ini pertama kali mencuat dan dilaporkan ke pihak kepolisian. Namun hingga kini pencarian akan sosok Jozeph masih diusahakan oleh pihak berwajib.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts