Nasib 'Prihatin' Satpam RS di Palembang Usai Perawat Dianiaya Ortu Pasien Jadi Sorotan, Kenapa?
Nasional

Jarang tersorot, rupanya petugas keamanan RS Siloam Sriwijaya Palembang juga terdampak usai insiden penganiayaan yang dialami perawat CRS (27). Berikut penuturan selengkapnya.

WowKeren - Penganiayaan yang dialami CRS (27), seorang perawat di RS Siloam Sriwijaya Palembang, Sumatera Selatan terus menjadi sorotan publik nasional. Diketahui pula kini sang pelaku penganiayaan, JT (38), yang juga merupakan ayah pasien sudah dijadikan tersangka dan sedang dalam penahanan.

Mata publik mungkin memang kebanyakan tersorot kepada kedua "tokoh utama", hingga sedikit yang menyadari petugas keamanan dalam kasus tersebut pun ikut terkena imbasnya. Dilaporkan bahwa kini seluruh petugas keamanan alias satpam di RS Siloam Sriwijaya Palembang diganti setelah insiden menghebohkan akhir pekan lalu itu.

Dijelaskan Direktur RS Siloam Sriwijaya, Bona Fernando, petugas keamanan yang bekerja di sana berasal dari pihak ketiga. "Sekuriti tersebut menggunakan dari pihak ketiga, bukan murni dari RS Siloam. Pihak ketiga yang memang kami kontrak," ujar Bona, Selasa (20/4).

Rupanya sikap ini ditempuh usai petugas keamanan yang juga tampak terekam di video viral tidak responsif terhadap situasi yang terjadi. Petugas tersebut tampak tak berusaha untuk melindungi CRS yang dianiaya oleh tersangka, bahkan sampai perawat lain yang akhirnya turun tangan.


Atas peristiwa itu, Bona pun sudah berdiskusi dengan vendor jasa pengamanan. Alhasil dilakukan beberapa tindakan, yakni pembinaan, rotasi, dan relokasi petugas keamanan tersebut.

"Semua diserahkan kepada pihak ketiga. Menanggapi kasus kemarin sedang dilakukan oleh pihak vendor. Sudah dilakukan evaluasi dari pihak vendor," jelas Bona, dilansir pada Rabu (21/4).

Namun Bona mengaku tidak tahu-menahu soal pemutusan kontrak kerja atau hal lain yang mungkin diterima petugas keamanan terkait. Sebab semuanya adalah wewenang vendor penyedia jasa keamanan.

"Dari vendor juga ada juga training dan refreshing yang jelas kita evaluasi," terang Bona. "Mereka di-training ulang, dibina, dan dilihat sejauh mana standar kerja yang mampu dikuasai."

Sebagai informasi, JT tega menganiaya CRS usai anaknya dilaporkan mengalami pendarahan ketika CRS mencabut jarum infus yang terpasang di tubuh anaknya. Menurut pengakuan istri JT, Melisa, CRS sudah bekerja tidak profesional sehingga menyebabkan kepanikan tersebut.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts