WHO Investigasi Kemungkinan Strain Baru COVID-19 Asal Afrika Selatan Sudah Masuk Singapura
Dunia
Pandemi Virus Corona

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan jika informasi tersebut berdasarkan sumber tidak resmi dan belum diverifikasi. Untuk itu, WHO tengah melakukan investigasi lebih lanjut.

WowKeren - Seiring dengan perkembangan vaksin, virus corona juga terus mengalami mutasi hingga memunculkan varian-varian baru yang mengkhawatirkan. Varian COVID-19 asal Afrika Selatan, atau strain B.1.351, dikabarkan telah terdeteksi di Singapura.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan jika informasi tersebut berdasarkan sumber tidak resmi dan belum diverifikasi. Untuk itu, WHO tengah melakukan investigasi lebih lanjut untuk memastikannya.

"Kami sedang melakukan investigasi lebih lanjut mengapa laporan ini (deteksi B.1.351 di Singapura) belum diverifikasi," kata pihak WHO ketika menanggapi pertanyaan dari Yahoo News Singapura. "Dan akan melakukan penyesuaian di Pembaruan Epi Mingguan berikutnya."


Hal tersebut merujuk pada pembaruan epidemiologis mingguannya untuk COVID-19, di mana varian Afrika Selatan telah terdaftar di bawah Singapura sebagai "belum diverifikasi" oleh otoritas lokal sejak 23 Maret. Laporan terbaru tertanggal 20 April juga masih mencantumkan varian tersebut sebagai "belum diverifikasi".

WHO mengatakan pemberian label strain sebagai "belum diverifikasi" berarti bahwa organisasi tersebut "telah mengetahui info dari sumber tidak resmi bahwa sebuah varian telah terdeteksi, tetapi deteksi ini belum diverifikasi secara resmi".

Pembaruan epidemiologi WHO terbaru mencantumkan varian Inggris atau strain B.1.1.7 sebagai "diverifikasi" oleh sumber resmi. Kementerian Kesehatan (MOH) mengkonfirmasi pada akhir Januari bahwa 25 kasus varian Inggris terdeteksi di Singapura dari 23 Desember 2020 hingga 26 Januari. Sejak saat itu, masih belum ada variasi baru yang terdeteksi di negara tersebut, berdasarkan otoritas lokal.

Hingga saat ini, Singapura telah mencatat 60.865 kasus virus korona, di mana lebih dari 4.000 di antaranya merupakan kasus impor. Sementara itu dari sekian ribu varian virus corona, ada tiga yang menjadi perhatian khusus dunia yakni strain Inggris, Afrika Selatan dan Brasil karena virulensi dan penularannya yang lebih tinggi.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts