Aksi Heroik Pria Selamatkan Bocah Terjepit Rel Sebelum Kereta Melintas Tuai Sorotan
Dunia

Kejadian bermula ketika seorang bocah berusia 6 tahun yang berjalan bersama ibunya yang menderita rabun, terjatuh dari peron kereta di Stasiun Vangani pada hari Sabtu (17/4).

WowKeren - Manusia sebagai makhluk sosial memang memiliki kewajiban untuk saling menolong sesama. Namun, tak semua orang memiliki jiwa yang besar untuk mengorbankan nyawanya demi menyelamatkan orang lain.

Kementerian Kereta Api India telah memberi hadiah kepada seorang pekerja kereta api atas aksi dramatisnya ketika menyelamatkan seorang bocah yang terjepit di rel kereta. Bocah berusia 6 tahun itu terjepit di antara rel kereta dengan peron, ketika kereta tengah melaju kencang ke arahnya.

Terlebih lagi, kereta yang melaju kencang tersebut hanya berjarak beberapa meter saja darinya. Adalah Mayur Shelke, seorang pekerja kereta yang mendapat hadiah sebesar 50.000 rupee atau sekitar 9,6 juta rupiah dan dipuji sebagai superhero usai rekaman CCTV tentang aksi penyelamatannya yang luar biasa viral di media sosial.

Aksi Heroik Pria Selamatkan Bocah Terjepit Rel Beberapa Meter Sebelum Kereta Api Melintas Tuai Sorotan

Twitter/RailMinIndia


Banyak yang memuji aksi pria berusia 30 tahun tersebut, tak terkecuali pihak Kementerian Kereta Api. Shelke dianggap telah menunjukkan keberanian yang luar biasa dengan berlari 30 meter menuju tempat bocah tersebut terjepit.

Kejadian bermula ketika seorang bocah berusia 6 tahun yang berjalan bersama ibunya yang menderita rabun, terjatuh dari peron kereta. Insiden ini terjadi pada hari Sabtu (17/4) di Stasiun Vangani, sekitar 70 km dari Mumbai.

Ibu sang bocah yang panik meminta tolong sambil menangis. Shelke yang mendengar tangisan ini segera berlari sepanjang 30 meter dari lokasinya berada untuk langsung turun ke rel kereta dan menyelamatkan bocah itu. Dalam video yang dirilis oleh Indian Central Railways, Shelke terlihat menangkap bocah itu, melemparkannya kembali ke peron dan kemudian naik sendiri, hampir dua detik sebelum Udyan Express meluncur.

"Saya melihat anak itu jatuh dan kereta melaju ke arahnya," kata Shelke kepada surat kabar Mid Day. "Tidak ada kemungkinan dia akan hidup jika saya tidak ikut campur."

Ia pada dasarnya takut dengan kereta yang melintas, namun saat itu ia tidak memiliki waktu untuk berpikir. "Tidak ada waktu untuk berpikir sama sekali, saya bertekad untuk menyelamatkannya," tambahnya.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts