Eks Komandan Kapal Selam Nuklir Inggris Pesimis KRI Nanggala-402 Bisa Ditemukan Karena Alasan Ini
wikipedia.org
Dunia
KRI Nanggala Hilang Kontak

Mantan komandan kapal selam nuklir Ryan Ramsey ikut menanggapi kejadian ini. Ia memperingatkan jika kapal selam tersebut mungkin tidak akan pernah ditemukan.

WowKeren - Angkatan Laut Indonesia tengah mencari keberadaan kapal selam KRI Nanggala-402 yang hilang di perairan utara Bali pada Rabu (21/4). Kapal yang mengangkut 53 orang tersebut tengah melakukan latihan torpedo tetapi gagal menyampaikan hasil seperti yang diharapkan.

Pihak TNI AL bahkan menemukan tumpahan minyak di sekitar titik awal KRI Nanggala-402 melakukan penyelaman. "Pada pukul 07.00 WIB melalui pengamatan udara lewat helikopter, ditemukan tumpahan minyak di sekitar posisi awal KRI-Nanggala menyelam," jelas pihak Kementerian Pertahanan pada Rabu (21/4).

Mantan komandan kapal selam nuklir Ryan Ramsey ikut menanggapi kejadian ini. Ia memperingatkan jika kapal selam tersebut mungkin tidak akan pernah ditemukan. Bukan tanpa alasan, sebab tempat kapal selam tersebut hilang hampir sedalam satu mil.

"Jika sesuatu telah terjadi, sangat tidak mungkin Nanggala-402 akan ditemukan," kata mantan perwira Angkatan Laut itu kepada The Sun. "Fakta bahwa kapal itu belum menyentuh dasar selama komunikasi rutin juga menunjukkan bahwa ia telah tersesat."


Selain itu, pencarian orang-orang yang hilang akibat insiden itu kemungkinan juga akan sulit. Sebab, wilayah perairan Bali memiliki kedalaman lebih dari 1.500 meter.

"Bali adalah pulau vulkanik yang dikelilingi oleh air yang sangat dalam hingga 1.590 meter yang akan menghambat peluang untuk menemukan orang yang selamat," ujarnya menambahkan. "Jika mereka mendapat masalah selama latihan, mereka akan muncul ke permukaan."

Namun rupanya mereka tidak keluar dari kapal selam sehingga ia menduga memang ada sesuatu yang terjadi sehingga tidak memungkinkan bagi mereka untuk melakukan upaya penyelamatan. "Jadi entah mereka tidak bisa muncul ke permukaan kapal selam atau sesuatu yang sangat dramatis yang terjadi secara instan," imbuhnya.

Sementara itu, negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura juga ikut mengerahkan bala bantuan untuk upaya pencarian ini. Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Achmad Riad mengatakan keduanya turut mengirimkan kapal penyelamat untuk membantu.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts