'Tsunami' COVID-19 India Kian Mengerikan, Pecah Rekor Catat 315 Ribu Kasus Positif Sehari
Flickr/Gwydion M Williams
Dunia
Pandemi Virus Corona

Kasus COVID-19 harian terbanyak di dunia sebelumnya dilaporkan Amerika Serikat. Namun kini predikat itu digeser oleh India yang mengonfirmasi 315 ribu lebih kasus dalam sehari.

WowKeren - Bukan lagi gelombang, India tengah dihantam "tsunami" COVID-19. Pasalnya selama beberapa pekan belakangan, jumlah kasus harian yang dilaporkan bisa mencapai ratusan ribu.

Bahkan rekor dunia kasus positif COVID-19 harian dipecahkan pada Rabu (21/4). Tercatat ada 315.802 kasus positif COVID-19 baru pada hari tersebut, menjadikannya total 15.930.365 pasien terkonfirmasi.

\'Tsunami\' COVID-19 India Kian Mengerikan, Pecah Rekor Catat 315 Ribu Kasus Positif Sehari

worldometers.info

Kenaikan ini bukan hanya mengerikan dari segi angka, tetapi juga terkait penanganannya di dalam negeri. Diketahui saat ini sistem kesehatan di India sudah hampir kolaps, terutama terkait jumlah suplai oksigen untuk pasien.


"Situasi ini sangat kritis," beber Presiden Asosiasi Tenaga Medis di Ahmedabad, Dr Kirit Gadhvi, kepada Reuters. "Pasien sangat berjuang untuk mendapatkan tempat tidur di RS rujukan COVID-19. Terutama dari segi suplai oksigen yang sangat terbatas."

Krisis yang terjadi ini, ujar Asisten Profesor Divisi Penyakit Menular, Universitas Kesehatan South Carolina, Amerika Serikat, Krutika Kuppalli, dapat berujung pada kolapsnya sistem kesehatan. Bukan cuma terkait fasilitas kesehatannya, tetapi juga tenaga medis yang harus bekerja ekstra di tengah situasi yang serba panik.

Sebelumnya rekor kasus tertinggi COVID-19 dalam sehari dipegang oleh Amerika Serikat yang mengonfirmasi 297.430 pada Januari 2021 kemarin. Namun kini pengendalian COVID-19 di negeri Paman Sam cenderung membaik hingga angkanya mulai menurun tajam.

Bukan hanya angka kasus positif hariannya, tingkat kematian COVID-19 di India juga otomatis naik. Rekor negara itu pun kembali dipecahkan dengan 2.102 kematian pada Rabu (21/4), yang berujung dengan proses kremasi tanpa henti di berbagai penjuru negeri.

Sedangkan angka kesembuhannya juga terus bertambah, seperti Rabu (21/4) kemarin mencatatkan hampir 180 ribu penyintas. Namun tetap saja angka ini "tidak ada apa-apanya" dibandingkan dengan kasus-kasus positif baru yang dikonfirmasi.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts