Absen Kerja 15 Tahun, Pegawai RS Ini Tetap Terima Gaji Bulanan Hingga Rp9 Miliar
pixabay.com/Ilustrasi
Dunia

Polisi mengatakan jika pekerja sektor publik tersebut terus mendapatkan gaji bulanannya. Jika dihitung totalnya mencapai sebesar 538.000 Euro atau sekitar 9,4 miliar rupiah.

WowKeren - Seorang karyawan rumah sakit di Italia baru-baru ini menuai sorotan. Bagaimana tidak, ia telah memecahkan rekor nasional dengan diduga membolos kerja selama 15 tahun.

Tak ayal jika media setempat menjulukinya sebagai "raja absen". Polisi mengatakan jika pekerja sektor publik tersebut terus mendapatkan gaji bulanannya. Jika dihitung secara keseluruhan total uang yang ia terima bisa mencapai sebesar 538.000 Euro atau sekitar 9,4 miliar rupiah.

Padahal, ia sudah tak pernah lagi muncul untuk bekerja di rumah sakit Pugliese Ciaccio di kota Catanzaro, Calabria sejak 2005 silam. Akibatnya, pria yang kini berusia 67 tahun tersebit harus menghadapi tuduhan penyalahgunaan jabatan, pemalsuan, dan pemerasan.


Tak hanya itu, pihak berwenang juga tengah melakukan investigasi terhadap enam orang manajer lainnya karena dicurigai ikut berperan dalam kasus ini yang memang marak terjadi di Italia. Polisi mengumpulkan bukti dari catatan kehadiran dan gaji serta pernyataan saksi dari rekan kerja.

Pada tahun 2005 lalu, pria tersebut diduga telah membuat ancaman terhadap direktur rumah sakit yang hendak mengajukan laporan disiplin atas ketidakhadirannya. Usai direktur tersebut pensiun, pria itu kian mulus menjalankan aksinya lantaran kehadirannya tidak pernah diperiksa oleh direktur setelahnya maupun departemen sumber daya manusia.

Pada tahun 2016, pemerintah memperketat undang-undang terkait kedisiplinan para pekerja setelah beberapa investigasi polisi mengungkapkan betapa maraknya ketidakhadiran di sektor publik. Dalam satu penyelidikan, polisi melalui kamera pengintai rahasia berhasil menjerat 35 pekerja di balai kota Sanremo yang telah menipu sistem manajemen waktu selama dua tahun.

Istri dari dua karyawan di antaranya tertangkap basah menggunakan kartu staf suami mereka untuk mendaftarkan jam masuk kerja mereka. Sedangkan anggota staf lainnya mencatat waktu kehadiran kerja sebelum kemudian pergi berlayar, berbelanja atau keluar dengan teman-teman.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts