Harap-Harap Cemas, Begini Curhat Istri Awak Kapal Selam KRI Nanggala-402 yang Hilang Kontak
Nasional
KRI Nanggala Hilang Kontak

Istri juru diesel KRI Nanggala-402 mengungkapkan bahwa dirinya terakhir kali berkomunikasi dengan sang suami pada Senin (19/4) sebelum kapal selam tersebut dinyatakan hilang kontak pada Rabu (21/4).

WowKeren - Pencarian kapal selam KRI Nanggala-402 milik TNI AL yang hilang kontak di perairan Bali pada Rabu (20/4) masih terus dilakukan. Pihak keluarga awak kapal tersebut pun mulai cemas.

Juru diesel kapal selam buatan Jerman tersebut, Serda Mes Guntur Ari Prasetya, kini tengah dinantikan oleh istrinya yang bernama Berda Asmara. Menurut Berda, dirinya sudah beberapa hari tak dapat menghubungi sang suami.

Dosen Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) tersebut mengaku baru mendapat kabar hilangnya kapal selam yang ditumpangi sang suami pada Rabu usai berbuka puasa. Setelah mendapat informasi dari grup ibu-ibu KRI Nanggala-402, Berda langsung mencari informasi dan kaget kala mengetahui kapal selam itu diberitakan hilang kontak.

"Saat berlayar memang tidak bisa dikontak sampai tiga atau empat hari setelah sandar," ujar Berda dikutip dari CNN Indonesia, Kamis (22/4). "Ternyata hilang kontak kapalnya, dan saya lihat di Google memang ada berita hilang kontaknya."


Sebelum berangkat berlayar, sang suami disebut berada di rumah selama lima hari hingga Senin (19/4) sebelum akhirnya mengantar Berda ke rumah orangtua. Berda sendiri terakhir kali berkomunikasi dengan Guntur sang suami pada Senin kala melakukan panggilan video. Pasangan suami istri tersebut memang rutin melakukan panggilan video setiap Guntur hendak berangkat berlayar

"Saya terakhir komunikasi hari Senin, video call setiap mau berangkat berlayar itu selalu suami video call," ungkapnya. "Sampai sekarang usia pernikahan kami sudah 13 tahun empat bulan. Dan sudah punya satu anak perempuan, usia delapan tahun."

Pada awal bertugas sebagai prajurit TNI, Guntur disebut pernah menunjukkan video kapal hilang kepada Berda. Kala itu, Guntur menyebutkan bahwa hal tersebut merupakan risiko pekerjaannya.

"Suami saat awal bekerja dahulu sudah memberi tahu saya tentang risiko kerjanya," jelasnya. "Nunjukin video kapal selam Rusia yang hilang. Jadi mau tidak mau, siap tidak siap, ya harus siap."

Berda pun hanya bisa berharap agar kapal selam tempat suaminya bekerja dapat segera ditemukan dan seluruh kru dinyatakan selamat. "Harapannya semoga cepat ditemukan dalam keadaan sehat wal afiat, suami dan semuanya kru yang ada di KRI Nanggala itu," pungkasnya.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts