Korea Selatan Izinkan Warganya Tes COVID-19 Mandiri di Tengah Lonjakan Kasus
pixabay.com/Ilustrasi
Dunia
Pandemi Virus Corona

Pemerintah akan memberikan waktu tiga bulan kepada perusahaan penyedia alat tes untuk memberikan data uji klinis lebih lanjut tentang pengujian sendiri sebagai syaratnya.

WowKeren - Korea Selatan telah memberikan izin kepada warganya untuk melakukan tes corona secara mandiri untuk pertama kali. Izin ini diberikan mulai Jumat (23/4) secara bersyarat.

Hal ini dipicu oleh semakin melonjaknya kasus COVID-19 yang menuntut adanya peningkatan untuk melakukan testing. Keputusan itu diambil ketika Korea Selatan bergulat dengan peningkatan infeksi klaster secara nasional. Hal ini kemudian mendorong pihak berwenang untuk memberlakukan aturan jaga jarak yang lebih ketat demi mencegah datangnya gelombang keempat pandemi.

Pemerintah memberikan waktu tiga bulan kepada perusahaan penyedia alat tes, SD Biosensor Inc dan Humasis Co Ltd (205470.KQ), untuk memberikan data uji klinis lebih lanjut tentang pengujian sendiri sebagai syarat persetujuan. Hal itu sebagaimana dikatakan oleh Kementerian Keamanan Obat dalam sebuah pernyataan.


Meski produk tersebut telah tersedia di negara-negara Eropa sejak tahun lalu, Korea Selatan telah membatasi penggunaannya untuk dokter spesialis. Alat uji tersebut mampu memberikan hasil hanya dalam waktu 15 menit dengan akurasi sebesar 90 persen. Angka ini lebih rendah dibanding tes PCR yang memiliki akurasi 98 persen.

"Meskipun ada perbedaan dalam akurasinya, kita perlu menggunakan alat itu sebagai perangkat tambahan," kata Perdana Menteri Hong Nam-ki. "Jika tes PCR menawarkan pemeriksaan mikroskopis dengan akurasi hampir 100 persen, maka alat ini dapat dibandingkan dengan hasil yang dibuat dengan mata telanjang."

Meski demikian, pihak otoritas kesehatan memperingatkan jika alat ini bisa memberikan hasil negatif palsu jika ditangani oleh orang yang bukan ahlinya. Namun, para pejabat mengungkapkan pandangan positif mereka terkait perizinan penggunaan alat ini secara terbatas. Beberapa kepala pemerintah daerah mendesak alat ini untuk bisa digunakan di rumah, restoran, toko dan tempat ibadah sebagai cara cepat dan mudah untuk mendeteksi kemungkinan infeksi.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts