Studi Sebut Ibu Hamil Terinfeksi COVID-19 Lebih Tinggi Berisiko Komplikasi dan Kematian
pixabay.com/Ilustrasi
Dunia
Pandemi Virus Corona

Studi yang diterbitkan pada Kamis (22/4), menemukan jika wanita hamil yang tertular COVID-19 memiliki risiko kematian 22 kali lebih tinggi daripada mereka yang tidak tertular virus.

WowKeren - Virus COVID-19 nyatanya tidak bisa dipandang sebelah mata. Studi baru-baru ini menunjukkan jika ibu hamil yang menderita COVID-19 memiliki risiko komplikasi dan kematian yang lebih tinggi daripada mereka yang tidak tertular virus.

Hal ini menunjukkan adanya peningkatan risiko yang ditimbulkan virus selama kehamilan. Studi yang diterbitkan pada Kamis (22/4) di JAMA Pediatrics, menemukan jika wanita hamil yang tertular COVID-19 memiliki risiko kematian 22 kali lebih tinggi daripada wanita hamil yang tidak tertular virus.

Tak hanya risiko kematian namun juga komplikasi. Wanita hamil yang terinfeksi corona memiliki risiko komplikasi kehamilan yang lebih parah, termasuk preeklamsia, kelahiran prematur dan masuk unit perawatan intensif.

Peneliti menyebut individu yang bergejala atau memiliki penyakit penyerta, seperti diabetes atau kelebihan berat badan, memiliki risiko komplikasi dan kematian yang lebih besar. Sedangkan bagi wanita hamil terinfeksi COVID-19 tanpa gejala, memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami preeklamsia.


Sedangkan untuk janin yang dikandungnya, bayi yang dilahirkan oleh wanita yang didiagnosis dengan COVID-19 lebih mungkin lahir prematur dan memiliki komplikasi parah, termasuk tinggal di NICU selama tujuh hari atau lebih.

Dengan adanya penemuan ini, para peneliti mengingatkan wanita hamil agar lebih waspada. "Temuan ini diharapkan mampu mengingatkan ibu hamil dan dokter untuk menerapkan semua tindakan pencegahan COVID-19 yang direkomendasikan secara ketat," kata para penulis.

Adapun studi ini dilakukan pada 2.130 wanita hamil dari 43 rumah sakit bersalin di 18 negara selama kurun waktu April hingga Oktober 2020. Untuk itu, Dr. Michael Gravett, seorang profesor kebidanan dan ginekologi di UW Medicine dan salah satu penulis utama studi tersebut menyarankan agar wanita hamil mendapatkan vaksinasi.

Sementara itu di Brasil, pemerintah menyarankan agar warganya menunda kehamilan. Hal itu menyusul adanya varian virus corona baru yang lebih berbahaya terutama bagi ibu hamil.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts