Pemkot Madiun Siapkan Bekas Penjara Belanda untuk Pemudik Nekat, Menko PMK Buka Suara
flickr/VasenkaPhotography
Nasional
Mudik di Tengah Corona

Pemerintah sudah tegas melarang mudik Lebaran 2021. Namun untuk pemudik nekat terutama tujuan Kota Madiun, sebaiknya siap-siap karena akan diisolasi di bekas penjara zaman kolonial.

WowKeren - Pemerintah sudah menegaskan larangan mudik Lebaran 2021, tepatnya pada tanggal 6-17 Mei 2021. Kemudian ada pula pengetatan aturan perjalanan mulai Jumat (22/4) kemarin hingga 24 Mei 2021 mendatang.

Kebijakan ini tak lepas dari upaya pemerintah untuk menekan angka penularan wabah COVID-19 yang bisa meningkat selepas libur panjang. Beberapa daerah pun menyiapkan sanksi jika ada masyarakat yang nekat mudik, termasuk Pemerintah Kota Madiun.

Pemkot Madiun rupanya menyiapkan rumah isolasi mandiri bagi pemudik nekat yang ternyata bekas Rumah Tahanan Militer (RTM) Madiun. Berlokasi di jalan A Yani, RTM Madiun merupakan area bekas penjara zaman kolonial.

Karena bekas zaman kolonial, tempat yang telah disulap untuk isolasi mandiri itu merupakan lokasi angker. Namun Pemkot Madiun sudah membersihkan dan menata kembali RTM Madiun untuk keperluan isolasi mandiri para pemudik nekat.

Lantas apa kata Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy yang telah meninjau lokasi tersebut? "Karena ini sudah viral, saya ingin memastikan seperti apa kondisinya. Memang untuk sekarang ini menurut saya belum layak," tegas Muhadjir dalam keterangan tertulisnya, Senin (26/4).


Kendati demikian, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menyatakan Pemkot Madiun tetap sudah menyiapkan lokasi isolasi mandiri lain, yakni asrama haji. "Ini sebagai alternatif terakhir, kalau tempat karantina yang lain sudah penuh," terang Muhadjir.

Namun ternyata Muhadjir mendukung rencana Pemkot Madiun "menjebloskan" pemudik nekat ke penjara zaman Belanda itu. Hal ini seolah mengingatkan dengan daerah lain misalnya Sragen, Jawa Tengah yang akan melokalisir pemudik nekat untuk isolasi mandiri di rumah hantu.

"Tapi saya imbau kepada siapa saja untuk tetap tidak mudik. Karena saya setuju dengan Pak Wali, mereka yang nekat mudik nanti ditaruh di sini saja," pungkas Muhadjir.

RTM Madiun sendiri memang sedang dalam wacana pemugaran. Bangunan yang berdiri sejak abad ke-18 ini sedianya akan direkondisi untuk dijadikan sebagai destinasi wisata sejarah.

Jadi, bagaimana? Masih nekat mau mudik?

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts