AS Siap Sumbangkan 60 Juta Dosis Vaksin AstraZeneca Untuk Negara Lain, Indonesia Kebagian?
AP Photo/Matthias Schrader
Dunia
Vaksin COVID-19

Sekretaris Pers Gedung Putih Jen Psaki menyatakan 10 juta dosis vaksin AstraZeneca siap dieskpor dalam beberapa minggu mendatang. Sedangkan sekitar 50 juta dosis vaksin AstraZeneca lainnya saat ini tengah diproduksi.

WowKeren - Amerika Serikat (AS) berencana untuk membagikan 60 juta dosis stok vaksin virus corona (COVID-19) buatan AstraZeneca miliknya ke negara lain. Akankah Indonesia mendapat bagian vaksin AstraZeneca dari AS?

Sayangnya, pihak Gedung Putih masih belum mengungkapkan secara rinci kemana vaksin COVID-19 tersebut akan didistribusikan. Menurut Sekretaris Pers Gedung Putih Jen Psaki, sebanyak 10 juta dosis vaksin AstraZeneca siap dieskpor dalam beberapa minggu mendatang. Sedangkan sekitar 50 juta dosis vaksin AstraZeneca lainnya saat ini tengah diproduksi dan baru dapat dikirimkan pada bulan Mei hingga Juni 2021 mendatang.

"Saat ini kami tidak memiliki dosis AstraZeneca yang tersedia," jelas Psaki dikutip dari Al Jazeera pada Selasa (27/4). Ia juga menambahkan bahwa regulator AS masih perlu meninjau kualitas vaksin yang sudah diproduksi.

Sebagai informasi, Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) masih belum mengizinkan vaksin AstraZeneca untuk digunakan di Negeri Paman Sam. Padahal, AS mencatat jumlah kasus dan kematian COVID-19 tertinggi di dunia.


Adapun pemerintahan Presiden Joe Biden juga masih mempertimbangkan di mana dan bagaimana puluhan juta dosis vaksin AstraZeneca tersebut akan dibagikan. "Kami akan mempertimbangkan berbagai opsi dari negara mitra kami dan, tentu saja, sebagian besar akan melalui hubungan langsung," kata Psaki.

Keputusan ini diumumkan kala AS menghadapi tekanan untuk membagikan vaksin COVID-19 mereka, terutama bagi negara-negara yang parah terdampak pandemi seperti India. Banyak pihak yang kemudian menyambut baik rencana pembagian vaksin COVID-19 AS ini.

"Keputusan AS untuk menyumbangkan vaksin AstraZeneca COVID-19 adalah langkah penting dan disambut baik untuk meningkatkan akses yang adil di seluruh dunia," jelas Direktur Program di MSF-USA, Dr. Carrie Teicher. "Menyingkirkan 60 juta dosis ini dari rak dan menggunakannya sesegera mungkin akan secara langsung melindungi 30 juta orang dari COVID-19."

Meski demikian, keputusan ini dinilainya baru merupakan sebuah langkah awal pemerintah AS. Teicher menilai AS kini perlu menyumbangkan seluruh kelebihan stok vaksin coronya-nya, bukan hanya buatan AstraZeneca, ke COVAX. Hal tersebut dinilai dapat meningkatkan produksi secara global sehingga lebih banyak vaksin dapat diproduksi di lebih banyak tempat.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts