Kabar Baik! CDC AS Rekomendasikan 2 Merek Vaksin Ini untuk Ibu Hamil
PxHere
Health
Vaksin COVID-19

Sejauh ini ibu hamil tidak diperkenankan menerima suntikan vaksin COVID-19 karena alasan keamanan dan risiko. Namun kini CDC AS sudah merekomendasikan 2 merek yang diyakini aman.

WowKeren - Ibu hamil menjadi salah satu golongan masyarakat yang berisiko tinggi terhadap wabah COVID-19. Namun ibu hamil juga sangat riskan karena tidak direkomendasikan menerima vaksinasi COVID-19 demi alasan keamanan.

Namun rekomendasi terbaru dari Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC) patut dipertimbangkan. Sebab CDC merekomendasikan 2 merek vaksin yang berdasarkan hasil penelitian tidak berisiko bagi ibu hamil maupun janin yang dikandungnya.

"CDC merekomendasikan ibu hamil menerima vaksin COVID-19," ujar Direktur CDC, Rochelle Walensky, dalam briefing Gedung Putih, Jumat (23/4). Hasil laporan yang dikumpulkan secara mandiri menunjukkan vaksinasi untuk ibu hamil tak membawa efek samping yang berbahaya.

"Tetapi kami memahami bahwa ini keputusan yang berat," imbuh Walensky, merujuk pada keyakinan ibu menerima suntikan senyawa yang bisa saja mengganggu kesehatan janinnya. "Kami mendorong ibu hamil untuk berkonsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan untuk menentukan yang terbaik bagi mereka dan janinnya."

Namun secara garis besar, CDC yang merujuk pada studi yang dipublikasikan The New England Journal of Medicine pada Rabu (21/4) pekan lalu, vaksin yang diizinkan mengerucut pada 2 merek. Yakni Pfizer dan Moderna yang disebutkan tak berisiko tinggi untuk kehamilan.


Berdasarkan data yang dihimpun dari sekitar 36 ribu ibu hamil dan wanita yang sedang program kehamilan, vaksin Pfizer atau Moderna hanya memberi efek samping yang biasa saja. Seperti nyeri di lokasi penyuntikan, kelelahan, sakit kepala, serta nyeri otot.

"Data tidak menunjukkan adanya sinyal keamanan yang serius pada ibu hamil," ujar peneliti dalam jurnal ilmiah tersebut, dikutip pada Selasa (27/4). Mereka juga memastikan tidak ada risiko tambahan.

Kendati demikian, nyeri yang dirasakan ibu hamil memang lebih sakit daripada penerima non-hamil. Namun dipastikan vaksin tak menyebabkan keguguran atau gangguan pada kehamilan penerimanya.

Meski demikian, peneliti menegaskan bahwa hasil ini bisa berubah seiring bertambahnya sampel riset. Namun mereka memastikan sejauh ini vaksin COVID-19, terutama merek Pfizer dan Moderna, aman untuk penerima yang sedang dalam kondisi hamil.

Dokter dan peneliti juga ingin melihat bagaimana dampak pemberian vaksin kepada ibu hamil di trimester pertamanya. "Lebih banyak follow up, termasuk ibu hamil yang disuntik vaksin di awal kehamilan, sangat dibutuhkan untuk menginformasikan hasilnya terhadap ibu hamil, kehamilan, dan janin yang lahir nanti," pungkas peneliti.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts