Penjelasan BMKG Soal Awan Berbentuk Kapal Selam KRI Nanggala-402 di Bali
Unsplash/Billy Huynh
SerbaSerbi
KRI Nanggala Hilang Kontak

Sebuah video awan yang disebut berbentuk kapal selam sempat viral di media sosial. Dalam keterangannya, awan berbentuk unik tersebut tampak di Pantai Matahari Terbit, Sanur, Bali.

WowKeren - Sebuah video yang menunjukkan gumpalan awan yang disebut-sebut mirip kapal selam viral di media sosial. Adapun video tersebut ramai diperbincangkan seiring dengan tragedi tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala-402 di perairan Bali.

Video tersebut diunggah oleh akun Instagram bernama Ari Andrawan. Dalam keterangannya, awan berbentuk unik tersebut tampak di Pantai Matahari Terbit, Sanur, Bali.

Arik menjelaskan bahwa video tersebut diambil pada Minggu (25/4) pukul 05.00 Wita. "Ambil video itu pas tanggal 25, di mana kapal Nanggala-402 ditemukan. Saya enggak sengaja bikin video itu," kata Arik, dikutip dari Kompas.com pada Kamis (29/4).

Lebih lanjut, Arik mengaku tidak sadar kala merekam momen tersebut dan baru menyadari bentuk unik awan kala ia melihat ulang video yang direkamnya. "Saya saja awalnya enggak ngeh (mengerti) kalau ada awan berbentuk kapal Nanggala," katanya.


Pihak Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) lantas memberikan penjelasan mengenai bentuk unik awan tersebut. Menurut Prakirawan Cuaca BMKG Wilayah III Denpasar, Putu Agus Dedi Permana, bentuk awan dipengaruhi oleh proses cuaca.

"Jadi bentuk itu sangat bergantung dengan pergerakan angin, pergerakan uap air, dan jumlah uap air di wilayah tersebut," jelas Agus. Adapun terbentuknya awan secara umum merupakan bagian dari siklus air.

Yang pertama, terjadi pemanasan dari penyinaran matahari ke permukaan bumi, yakni air di wilayah laut, danau, sungai, dan tempat lainnya. Kemudian pemanasang tersebut akan menimbulkan perubahan fase dari air ke uap air.

Setelah itu, uap air tersebut akan bergerak ke atas. "Pergerakan uap air ini semakin lama semakin ke atas," kata Agus.

Adapun uap air yang bergerak ke atas akan mencapai suhu dingin tertentu lantaran atmosfer semakin ke atas akan semakin dingin. Setelah itu, uap air tersebut akan menjadi titik air, dan kumpulan titik air akan membentuk embun dan memunculkan awan.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts