Penumpang Isi Pesawat Dari Belakang ke Depan Disebut Lebih Berisiko Terpapar COVID-19
Unsplash/Suhyeon Choi
Health
Pandemi Virus Corona

Metode yang sempat diterapkan oleh sejumlah maskapai Amerika Serikat (AS) tersebut membuat penumpang yang memiliki tempat duduk di bagian belakang naik ke pesawat terlebih dahulu, dan berurutan hingga kursi depan terisi.

WowKeren - Studi baru menunjukkan bahwa metode boarding pesawat "back-to-front" yang diperkenalkan untuk meminimalisir risiko infeksi COVID-19 justru dapat meningkatkan risiko terpapar hingga 50 persen. Metode yang sempat diterapkan oleh sejumlah maskapai Amerika Serikat (AS) seperti Delta Air Lines hingga JetBlue tersebut membuat penumpang yang memiliki tempat duduk di bagian belakang naik ke pesawat terlebih dahulu, dan berurutan hingga kursi depan terisi.

Menurut penelitian yang diterbitkan di jurnal Royal Society Open Science pada Rabu (28/4), metode tersebut memang mengurangi kontak antara penumpang yang telah duduk dan mereka yang masih berjalan di pesawat. Namun metode itu disebut dua kali lebih berisiko dibanding membiarkan penumpang naik ke pesawat secara acak.

"Penelitian kami menunjukkan bahwa prosedur boarding baru meningkatkan risiko paparan COVID-19 dibanding prosedur sebelumnya," tulis para peniliti. "Dan secara substansial lebih buruk daripada proses boarding acak."

Risiko yang lebih tinggi tersebut muncul dari kontak antara penumpang di baris yang sama yang harus berdiri berdekatan di lorong kala mereka menyimpan barang bawaan. Ilmuwan dari berbagai institusi, termasuk University of West Florida dan Florida State University, mensimulasikan 16 ribu pergerakan penumpang yang memungkinkan untuk penelitian tersebut.


"Kebijakan baru tidak memperbaiki kebijakan lama dalam situasi apa pun," kata peneliti, dikutip dari Business Insider pada Kamis (29/4).

Adapun risiko paparan COVID-19 dapat dikurangi dengan melarang penumpang menyimpan barang di kompartemen kabin pesawat. Tempat penyimpanan barang tersebut berada di atas tempat duduk dan biasanya membuat penumpang harus berdiri di lorong untuk memasukkan barangnya.

Selain itu, penumpang yang memiliki kursi dekat jendela sebaiknya dibiarkan naik terlebih dahulu. Setelah mereka semua duduk, baru penumpang yang memiliki kursi dekat lorong dapat menyusul naik.

Menurut laporan penelitian tersebut, mengosongkan kursi tengah pesawat juga bisa mengurangi risiko paparan COVID-19. Hal ini senada dengan laporan Pusat Pengendalian Penyakit AS (CDC) yang menyatakan bahwa pengosongan kursi tengah dapat mengurangi penyebaran COVID-19 di pesawat hingga 57 persen.

Adapun metode back-to-front ini telah ditinggalkan oleh maskapai United Airlines dan JetBlue. Sedangkan Delta Air Lines akan kembali ke proses boarding pra-pandemi mulai 1 Mei 2021 mendatang.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts