Percepat Inokulasi, Thailand Sulap Bandara Jadi Pusat Vaksinasi
pxhere.com/Ilustrasi
Dunia
Vaksin COVID-19

Bandara Suvarnabhumi sudah mulai kembali dipadati dengan antrean setelah sebelumnya sangat sepi. Bukan penumpang, mereka adalah orang-orang yang menunggu untuk divaksinasi.

WowKeren - Sejumlah negara tengah berlomba-lomba untuk melakukan vaksinasi kepada para penduduknya. Hal ini sebagai salah satu upaya untuk memerangi pandemi COVID-19 yang tak kunjung usai hingga kini.

Di Thailand, bandara Suvarnabhumi sudah mulai kembali dipadati dengan antrean orang-orang setelah sebelumnya sangat sepi pekan ini. Bukan antrean calon penumpang, melainkan antrean orang-orang yang hendak divaksinasi.

Kursi-kursi tekah ditata sedemikian rupa di konter check-in, dengan memperhatikan prosedur jaga jarak. Para staf imigrasi dan bandara serta awak kabin berbaris untuk mendaftar vaksin. Setiap harinya ada lebih dari 1.000 vaksin yang akan diberikan.

Upaya inokulasi ini tampaknya kembali "meramaikan' kondisi bandara yang sepi selama setahun terakhir ini. Hal tersebut mengingat bandara Suvarnabhumi telah dilanda kemerosotan signifikan terkait jumlah penumpang maupun lalu lintas udara. Hal ini tak lepas dari kian melemahnya permintaan serta adanya pembatasan masuk yang lebih ketat.


Padahal sebelum pandemi datang, Thailand menyambut hampir 40 juta wisatawan, sebagian besar melalui pintu gerbang utama. Namun pada bulan Maret Thailand hanya mencatat 6.737 pengunjung.

Salah satu staf Siwaporn Singkhrut, yang termasuk di antara lebih dari 30.000 orang pertama yang menerima vaksin di bandara, mengatakan masih ada banyak ruang yang bisa digunakan untuk memaksimalkan vaksinasi ini. Dengan begitu, akan ada lebih banyak masyarakat luas yang bisa datang untuk mendapatkan vaksinasi.

"Saat ini baru sebagian area di bandara yang digunakan," paparnya. "Dan akan lebih baik jika dibuka penuh untuk umum agar masyarakat bisa datang dan mendapatkan vaksinasi."

Setelah setahun mencatat kasus COVID-19 yang relatif kecil, Thailand menghadapi penyebaran virus korona terbesar dan tercepat, dengan kasus lebih dari dua kali lipat sejak awal April dengan jumlah hampir 61.699, dengan 178 kematian. Tercatat ada 2.012 kasus baru dan 15 kematian lagi pada Rabu (28/4).

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts