Jangan Ditiru! Contouring Pakai Sunscreen yang Viral Ternyata Bisa Bahaya ke Kulit
pexels.com/Tatiana Twinslol
SerbaSerbi

Sunscreen contouring dilakukan dengan cara mengaplikasikan sunscreen pada permukaan wajah yang lebih tinggi, tempat di mana highlighter biasanya digunakan.

WowKeren - Salah satu cara menjaga kulit agar tetap cantik adalah dengan melindunginya dari paparan sinar matahari. Hal tersebut bisa dilakukan dengan mengaplikasikan tabir surya.

Bukan hal yang sulit di zaman sekarang untuk mengakses informasi terkait kecantikan, salah satunya melalui media sosial. Media sosial kerap dijadikan sebagai sumber rujukan untuk mendapatkan informasi terbaru atau yang sedang menjadi tren.

Sesuatu hal bisa dengan cepat menjadi tren mengingat pengguna media sosial juga tak sedikit. Belakangan ini di media sosial TikTok tengah diramaikan dengan kemunculan sebuah tren baru contouring dengan menggunakan sunscreen atau sunscreen contouring. Metode ini disebut-sebut mampu membuat wajah terlihat tirus tanpa menggunakan makeup.

Sunscreen contouring dilakukan dengan mengaplikasikan sunscreen pada permukaan wajah yang lebih tinggi, tempat di mana highlighter biasa digunakan. Ketika berada di bawah sinar matahari, area wajah yang tidak diberi atau hanya diberi sedikit tabir surya akan terlihat lebih gelap. Ini kemudian yang disebut-sebut akan memberikan contour alami pada wajah.

Jangan Ditiru! Contouring Pakai Sunscreen yang Tengah Viral Ternyata Bisa Bahaya ke Kulit

TikTok/stopiteli


Adalah model asal Amerika Serikat Eli Withrow yang mempopulerkan tren ini. Dia menggunakan SPF 30 di seluruh wajahnya dan SPF 90 pada titik tinggi untuk efeknya.

Tren ini rupanya mendapat sorotan dari ahli dermatologi. Meskipun metode ini mampu memberikan garis-garis cokelat, namun dapat menyebabkan kerutan, garis-garis halus, dan hiperpigmentasi karena paparan sinar matahari yang kuat.

"Ini sama sekali bukan cara yang aman," kata dokter kulit Joshua Zeichner, MD kepada Refinery29. "Kita tahu bahwa paparan sinar UV langsung adalah satu-satunya faktor risiko terbesar untuk perkembangan penuaan dini serta kanker kulit."

Hal senada juga disampaikan oleh Dr. Michelle Henry. Menurutnya, metode ini bahkan tidak efektif mengingat sinar matahari tidak didistribusikan secara merata.

"Eksekusi hampir tidak mungkin," kata Henry kepada New York Post. "Area seperti lekukan pipi, atau awan dapat menyebarkan cahaya dari matahari."

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts