Perusahaan Vaksin Rusia Bakal Tuntut Regulator Brasil Karena Pencemaran Nama Baik Soal Sputnik V
pixabay.com/Ilustrasi
Dunia
Vaksin COVID-19

Denis Logunov, yang mengembangkan Sputnik V di Pusat Gamaleya Rusia, membantah bahwa dua adenovirus yang digunakan untuk menghasilkan vaksin dapat bereplikasi.

WowKeren - Pengembang vaksin Sputnik V Rusia akan menuntut regulator kesehatan Brasil Anvisa karena pencemaran nama baik. Pada Kamis (29/4) mereka mengatakan jika Anvisa sengaja menyebarkan informasi palsu terkait vaksin tersebut.

Diketahui, Dewan Anvisa pada hari Senin menolak permintaan untuk menyetujui Sputnik V untuk impor. Manajer obat-obatan dan produk biologis Anvisa, Gustavo Mendes, mengatakan ada bukti adenovirus yang digunakan dalam vaksin dapat bereproduksi, dan ini merupakan cacat yang serius.

Denis Logunov, yang mengembangkan Sputnik V di Pusat Gamaleya Rusia, membantah bahwa dua adenovirus yang digunakan untuk menghasilkan vaksin dapat bereplikasi.

"Menyusul pengakuan regulator Brasil Anvisa, Sputnik tengah melakukan proses hukum di Brasil terhadap Anvisa karena dengan sengaja menyebarkan informasi palsu dan tidak akurat," cuit Sputnik di media sosial.


Menurut Sputnik, Anvisa telah membuat pernyataan yang salah. "Anvisa membuat pernyataan yang salah dan menyesatkan tanpa menguji vaksin Sputnik V," lanjutnya.

Anvisa pun merespons sikap pengembang Sputnik V yang ingin menuntut. Direktur Anvisa, Antonio Barra Torres mengatakan jika keputusan tersebut diambil berdasarkan data pengembang.

Diketahui, pada Senin (26/4), dewan beranggotakan lima orang Anvisa memilih dengan suara bulat untuk tidak menyetujui vaksin Rusia setelah staf teknis menyoroti adanya "risiko bawaan" dan cacat "serius" yang ditimbulkan oleh vaksin tersebut. Selain itu, informasi terkait keamanan, kualitas, serta efektivitas vaksin juga dianggap kurang.

Manajer obat-obatan dan produk biologis Anvisa, Gustavo Mendes menilai jika masalah krusial adalah adenovirus yang terdapat dalam vaksin Sputnik V dan dapat bereproduksi. Ini dianggap bisa menjadi satu "cacat" serius yang tidak bisa dikesampingkan.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts