BPOM Akhirnya Beri Izin Penggunaan Darurat Vaksin Sinopharm
pixabay.com/Ilustrasi
Nasional
Vaksin COVID-19

Program vaksinasi mandiri atau gotong royong akan segera bisa dilakukan karena BPOM telah resmi menerbitkan izin penggunaan darurat atau EUA vaksin Sinopharm hasil produksi Beijing Bio Institute.

WowKeren - Vaksinasi COVID-19 massal di Indonesia hingga kini masih terus berlangsung. Pemerintah mengerahkan seluruh kemampuannya untuk bisa segera mencapai herd immunity.

Baru-baru ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah resmi menerbitkan izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) untuk vaksin Sinopharm. Vaksin COVID-19 itu rencananya akan digunakan sebagai vaksinasi gotong royong.

EUA sendiri merupakan izin yang dikeluarkan BPOM untuk penggunaan metode atau produk medis tertentu. Kali ini, EUA diberikan terkait dengan penggunaan vaksin untuk mengendalikan penyebaran virus COVID-19. "Kami sampaikan pengumuman bahwa sudah diberikan EUA untuk vaksin produksi Beijing Bio Institute, Sinopharm," ujar Penny Lukito selaku Kepala BPOM dalam konferensi pers, Jumat (30/4).


Mengenai evaluasi keamanan serta khasiat dari vaksin Sinopharm, tim ahli bersama Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) dan para ahli klinis dapat memastikan dua dosis vaksin tersebut menunjukkan hasil yang baik. Sementara itu Direktur Utama PT Bio Farma (Persero) Honesti Basyir menyebut bahwa pihaknya telah mengamankan sekitar 35 juta dosis vaksin COVID-19 untuk program vaksinasi mandiri.

20 juta dosis di antaranya merupakan vaksin Sputnik V dari Rusia. "Total semua vaksin sampai hari ini sudah memiliki kurang lebih 35 juta dosis untuk kepentingan Vaksin Gotong Royong," terang Honesti dalam rapat bersama Komisi IX DPR RI, awal April lalu.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin telah meresmikan beleid terkait vaksinasi mandiri COVID-19 atau yang dikenal dengan program Vaksin Gotong Royong. Melalui program itu, maka biaya vaksinasi untuk pekerja akan ditanggung oleh perusahaan terkait.

Sementara itu, Indonesia telah kedatangan vaksin AstraZeneca sebanyak 3,8 juta dosis pada Senin (26/4) lalu. Pengiriman vaksin asal Inggris itu merupakan hasil dari kerja sama multilateral Aliansi Global Vaksin dan Imunisasi (GAVI) COVAX Facility. Datangnya vaksin tersebut menambah jumlah persediaan stok vaksin COVID-19 yang sempat menipis.

(wk/wahy)

You can share this post!

Related Posts