Terbitkan Izin Penggunaan Darurat Vaksin Sinopharm, BPOM Ungkap Efikasi Capai 78 Persen
Unsplash/Macau Photo Agency
Nasional
Vaksin COVID-19

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Lukito lantas menyatakan bahwa Vaksin Sinopharm ini memiliki tingkat efikasi alias kemanjuran hingga 78 persen.

WowKeren - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah resmi menerbitkan izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) untuk vaksin virus corona (COVID-19) buatan Tiongkok, yakni Vaksin Sinopharm. Kepala BPOM Penny Lukito lantas menyatakan bahwa Vaksin Sinopharm ini memiliki tingkat efikasi alias kemanjuran hingga 78 persen.

"Studi klinis fase tiga yang telah dilakukan di Uni Emirat Arab, dengan subjek sekitar 42 ribu menunjukkan efikasi vaksin sebesar 78 persen," tutur Penny dalam konferensi pers pada Jumat (30/4). Adapun uji klinis fase III Vaksin Sinopharm yang dilakukan di Arab Saudi menunjukkan bahwa vaksin COVID-19 ini aman digunakan.

"Pemberian vaksin sinophram ini dua dosis dengan selang pemberian 21-28 hari menunjukkan profil keamanan yang dapat ditolerir dengan baik," papar Penny. "Dan efikasi serta respons untuk tingkatkan imun yang baik."

Lebih lanjut, Penny juga mengungkapkan bahwa gejala ikutan pasca penyuntikan Vaksin Sinopharm tergolong kecil. Menurutnya, gejala tersebut juga termasuk standar seperti nyeri, bengkak, hingga kemerahan.


"Itu juga termasuk kategori ringan, sangat kecil hanya sekitar 0,01 persen," ungkap Penny. "Jarang kejadiannya, aspek keamanan aman. Efek samping lokal yang berat yang dilaporkan sangat kecil dengan frekuensi kejadian 0,01 persen."

Selain efek samping lokal, efek samping sistemik berat yang dilaporkan oleh penerima Vaksin Sinopharm adalah sakit kepala, nyeri otot, batuk, hingga diare. "Tapi itu juga sangat jarang. Kalau dari aspek keamanan ini kategorinya baik," kata Penny.

Adapun BPOM memberikan izin penggunaan darurat terhadap Vaksin Sinopharm pada 29 April dengan nomor EUA 215 90001 43A2. "Indikasi yang disetujui adalah untuk membentuk antibodi yang memberikan kekebalan untuk melawan virus Corona dan mencegah COVID-19 pada orang dewasa di atas 18 tahun dengan pemberian dua dosis berdurasi 21 sampai dengan 28 hari," pungkasnya.

Rencananya, vaksin COVID-19 asal Tiongkok ini akan digunakan dalam program vaksinasi mandiri Gotong Royong. Menurut Direktur Utama PT Bio Farma (Persero) Honesti Basyir, pihaknya telah mengamankan sekitar 35 juta dosis vaksin COVID-19 untuk program vaksinasi mandiri tersebut.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts