Kantongi Izin BPOM, Sinopharm Bakal Dipakai untuk Vaksin Gotong Royong
Xinhua/Zhang Yuwei
Nasional
Vaksin COVID-19

BPOM sudah menurunkan emergency use authorization (EUA) untuk Vaksin Sinopharm dengan efikasi 78 persen. Menurut BPOM vaksin ini akan digunakan untuk Vaksin Gotong Royong.

WowKeren - Ratusan ribu dosis vaksin COVID-19 produksi Sinopharm Tiongkok tiba di Indonesia pada Jumat (30/4). Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pun sudah menurunkan emergency use authorization (EUA) alias izin penggunaan darurat untuk vaksin tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BPOM Penny Lukito juga menjelaskan pemakaian Vaksin Sinopharm ke depannya. Menurutnya vaksin ini akan dipakai untuk Vaksin Gotong Royong, alias program vaksinasi COVID-19 yang melibatkan pihak swasta.

"Sekarang bertambah satu lagi jenis vaksin yang nanti akan digunakan untuk Vaksin Gotong Royong. Kita ingin mencapai herd immunity secepatnya dengan berbagai jenis vaksin secara bertahap," ujar Penny dalam keterangannya.

Berbeda dengan Sinovac yang diedarkan oleh Bio Farma, vaksin Sinopharm akan didistribusikan oleh Kimia Farma setelah didaftarkan ke BPOM. Menurut Penny, setelah tiba nanti, BPOM akan mengecek kembali Sinopharm yang datang alias lot release.


"Kira-kira memakan waktu 2-3 hari," ujar Penny. "Setelah diberikan kelulusan produk, maka vaksin tersebut siap digunakan untuk program vaksinasi."

Lantas apakah ini berarti Vaksin Gotong Royong akan diselenggarakan dalam waktu dekat? Belum ada kepastian soal program tersebut, termasuk dari otoritas pelaksanaan vaksinasi COVID-19 yang tak lain adalah Kementerian Kesehatan.

BPOM berjanji akan terus memantau aspek keamanan, mutu, dan efikasi vaksin Sinopharm. Menurut Penny, efikasi vaksin Sinopharm mencapai 78 persen.

Tingkat netralisasi vaksin ini mencapai 99,52 persen pada penerima orang dewasa dan 100 persen pada lansia. Angka ini diukur dari tingkat imogenitas yang dihitung 14 hari setelah dosis kedua yang terbentuk antibodinya pada saat uji klinis.

"Secara umum keamanan vaksin dapat ditoleransi dengan baik," terang Penny. "Kejadian efek samping lokal yang paling sering dilaporkan adalah kategori, bengkak, rasa sakit, kemerahan, itu termasuk kategori ringan. Itu pun sangat kecil sekitar 0,01 persen."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts