5 Juta Warga Amerika Lewatkan Suntikan Vaksin Kedua, Bagaimana Kata Pakar?
pixabay.com/Ilustrasi
Dunia
Vaksin COVID-19

Idealnya, orang harus mendapatkan dosis Pfizer kedua mereka tiga minggu setelah suntikan yang pertama dan untuk Moderna empat minggu setelah suntikan pertama.

WowKeren - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat mencatat ada setidaknya 5 juta warga yang melewatkan dosis kedua vaksin Pfizer atau Moderna. Para ahli mengatakan kepada ABC News bahwa masih belum terlambat bagi mereka untuk mendapatkan suntikan kedua.

"Segera bergegas untuk mendapatkannya!" kata Dr. Anna Durbin, seorang profesor kesehatan internasional di Sekolah Kesehatan Masyarakat Johns Hopkins Bloomberg. "Saya pikir jika Anda mendapatkan dosis kedua delapan minggu setelah dosis pertama, atau 12 minggu setelah dosis pertama, Anda masih bisa mendapatkan apa yang kami sebut 'peningkatan respons' untuk dosis kedua itu dengan sangat baik."

Tidak diketahui secara pasti mengapa orang-orang tersebut bisa melewatkan dosis kedua mereka. Dr. Paul Goepfert, seorang profesor kedokteran di Universitas Alabama, menilai fenomena ini kemungkinan bisa meningkatkan kekhawatiran atas potensi efek samping. Hal ini tidak hanya terjadi pada vaksin COVID-19 namun juga yang lain.


Idealnya, orang harus mendapatkan dosis Pfizer kedua mereka tiga minggu setelah suntikan pertama dan untuk Moderna empat minggu setelah yang pertama. Tetapi para ahli mengatakan meskipun sudah melebihi enam minggu, masih belum terlambat untuk mendapatkan suntikan kedua. "Kemungkinan mendapatkan suntikan kedua, bahkan di waktu lain, masih sangat menguntungkan," kata kata Dr. Dan Barouch, direktur Pusat Penelitian Virologi dan Vaksin di Beth Israel Deaconess Medical Center.

Bagian lain dari sistem kekebalan seseorang, khususnya sel B memori dan sel T, bertahan cukup lama untuk meningkatkan respons antibodi, bahkan jika suntikan kedua lebih lambat dari yang disarankan. Para ahli setuju bahwa meski terlambat, dosis kedua masih memberikan perlindungan tambahan. Namun, Durbin mengingatkan jika semakin lama menunggu maka risiko juga semakin tinggi.

"Risikonya adalah, Anda bisa tertular COVID di antara rentang waktu dosis pertama dan kedua," ujarnya. "Tetapi kami tidak tahu berapa lama perlindungan dari dosis pertama itu bertahan, jadi semakin lama Anda menunggu, semakin tinggi risiko Anda tertular COVID."

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts