Satgas COVID-19 Soroti Konser Musik di Pasar Minggu: Ini Bahan Evaluasi untuk Daerah
Pixabay
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Satgas Penanganan COVID-19 mengecam keras penyelenggaraan konser musik di Pasar Minggu yang viral baru-baru ini, terutama karena mengabaikan protokol kesehatan.

WowKeren - Jubir Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito menyoroti penyelenggaraan konser musik di Pasar Minggu yang viral baru-baru ini. Ia mengecam keras kegiatan tersebut karena para pemain band maupun penonton yang hadir mengabaikan protokol kesehatan.

"Hal ini menjadi bahan evaluasi untuk Satgas COVID-19 daerah untuk lebih bertindak antisipatif tidak hanya reaktif," kata Wiku, dilansir dari Detik.com, Senin (3/5).

Dia melanjutkan, "Mohon kepada penyelenggara acara agar tidak menyelenggarakan acara yang jelas-jelas tidak mampu dikendalikan protokol kesehatannya. Penyelenggara akan dimintai pertanggungjawaban publik atas kegiatan yang membahayakan kesehatan masyarakat."

Wiku meminta masyarakat untuk lebih peduli terhadap kasus COVID-19 di Tanah Air. Salah satunya adalah dengan tidak menyelenggarakan atau menghadiri kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan.

"Laporan terkait pelanggaran kerumunan yang akhir-akhir ini banyak diterima oleh Satgas akan kami jadikan masukan untuk modifikasi kebijakan. Namun sebaik-baiknya kebijakan yang dibuat, haruslah ada sikap suportif dari masyarakat," harap Wiku.


"Di masa kedaruratan kesehatan masyarakat ini bukanlah waktu untuk saling menyalahkan. Tapi mohon dijadikan bahan evaluasi ke depan untuk saling bekerja sama," sambungnya.

Menurut Wiku, persoalan ini tak lepas dari peran Satgas Penanganan COVID-19 di tingkat daerah. Sebab Satgas daerah seharusnya menyusun langkah pencegahan dan pengawasan yang efektif.

"Satgas daerah membuat kebijakan dan melakukan tindakan pencegahan, pembinaan dan monitoring serta evaluasi berkala terkait penanganan COVID-19. Sedangkan penyelenggara kegiatan sosial ekonomi dan masyarakat dengan penuh rasa tanggung jawab mematuhi kebijakannya," jelas Wiku.

Dia juga mengingatkan bahwa kegiatan semacam ini akan sangat membahayakan orang lain, termasuk orang-orang terdekat. "Ingat ini bukan soal diri sendiri, jika kita melanggar maka kita akan membahayakan orang lain, termasuk orang-orang terdekat kita sendiri," pungkas Wiku.

Sementara itu, konser musik itu disebutkan terjadi pada Sabtu (1/5), tepatnya di Cilandak Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Namun aparat kepolisian belum dapat memastikan kebenaran video yang beredar karena masih melakukan pengamanan unjuk rasa para buruh.

"Sedang ditelusuri sama anggota dan tim gugus tugas kecamatan, Karena Cibis Nine dalam pengelolaan Yayasan Bhumyamca," kata Kapolsek Pasar Minggu, Kompol Effi Zulkifli. "Saya juga belum tahu, karena 1 Mei kemaren kita sedang pam (pengamanan) jalur unras (unjuk rasa) May Day sampai malam juga."

(wk/eval)

You can share this post!

Related Posts