Mengandung Tripsin Babi, MUI Nyatakan Vaksin Sinopharm Boleh Digunakan karena Darurat
commons.wikimedia.org/Ministerio de Defensa del
Nasional
Vaksin COVID-19

Meski vaksin Sinopharm mengandung enzim babi di dalam komponen pembuatannya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) akhirnya memperbolehkan vaksin ini digunakan.

WowKeren - Majelis Ulama Indonesia (MUI) akhirnya mengeluarkan fatwa yang memperbolehkan penggunaan vaksin Sinopharm yang mengandung enzim babi di dalam komponen pembuatannya. Keputusan ini diambil karena Indonesia memiliki persediaan vaksin yang cukup terbatas, sementara pandemi terus mengganas.

"Sudah difatwakan, kemarin Sabtu 1 Mei, vaksin Sinopharm mengandung tripsin babi jadi haram, namun boleh digunakan karena dalam kondisi darurat. Jadi hampir sama dengan vaksin AstraZeneca," kata Ketua Komisi Fatwa MUI Hasanuddin Abdul Fatah kepada CNNIndonesia, Senin (3/5).

Kendati demikian, Hasanuddin akan mencabut izin tersebut jika Indonesia kedatangan vaksin merek lain yang memiliki kajian halal dan suci. Ia juga menjelaskan bahwa MUI tengah merampungkan hasil fatwa ke dalam bentuk tertulis untuk diumumkan kepada publik.

"Sama dengan AstraZeneca, ketika ada vaksin yang halal, otomatis itu vaksin Sinopharm tidak bisa digunakan lagi. Selama belum ada yang halal dengan kapasitas banyak, ya Sinopharm bisa digunakan. Copy Paste vaksin AstraZeneca ya istilahnya," terang Hasanuddin.


Sebelum MUI, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah menerbitkan izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) untuk vaksin Sinopharm. Rencananya, vaksin ini akan digunakan dalam program vaksinasi gotong royong.

Kepala BPOM Penny Lukito menyatakan bahwa vaksin tersebut memiliki tingkat efikasi sebesar 78 persen. Ia juga menyebut uji klinis fase II yang dilakukan terhadap 42 ribu orang di Arab Saudi menunjukkan bahwa vaksin ini aman digunakan.

"Kami sampaikan pengumuman bahwa sudah diberikan EUA untuk vaksin produksi Beijing Bio Institute, Sinopharm," ujar Penny Lukito dalam konferensi pers, Jumat (30/4).

Di sisi lain, Indonesia baru saja kedatangan 482.400 dosis vaksin Sinopharm pada Jumat (30/4). Kedatangan tersebut merupakan pengiriman vaksin tahap ke-10 yang diterima Indonesia dari sejumlah perusahaan farmasi luar negeri.

(wk/eval)

You can share this post!

Related Posts