Pemberi Takjil Beracun di Yogya Terancam Hukuman Mati, Begini Kronologis Polisi Tangkap Pelaku
https://jogja.polri.go.id/
Nasional

Polisi telah menangkap NA (25), tersangka pemberi paket takjil sate beracun yang menewaskan putra seorang pengemudi ojek online di DIY, setelah melakukan pencarian selama 4 hari.

WowKeren - Polisi telah menangkap NA (25), tersangka pemberi takjil sate beracun yang menewaskan putra seorang mitra pengemudi ojek online di Yogyakarta. Dan disampaikan Direskrimum Polda DIY, Kombes Pol Burkan Rudy Satria, aksi NA ini bisa dikategorikan pembunuhan berencana.

Pasalnya diungkap Burkan, NA sudah membeli racun tipe kalium sianida itu sejak 3 bulan lalu. Karena tuduhan pembunuhan berencana itulah, NA bisa terancam pidana penjara seumur hidup sampai hukuman mati.

"Maka dari itu peristiwa ini kita kenakan Pasal 340 atau pembunuhan berencana," terang Burkan di Polres Bantul, Senin (3/5). "Hukuman bisa seumur hidup, hukuman mati atau paling lama 20 tahun penjara."

Pencarian sosok NA ini pun diketahui memakan waktu hingga 4 hari sejak kasus pertama kali mencuat. Menurut Burkan, penyelidikan melibatkan anggota sejumlah polsek dan keunikan pada bungkus sate yang dibeli NA-lah yang menjadi titik terang.


"Kunci pengungkapan itu dari bumbu satenya yang terbilang unik dan bungkus sate warna kuning, kan jarang itu lalu kami cari," kata Burkan. "Penjual satenya ternyata di sekitar (Kemantren) Umbulharjo."

"Dan lontongnya dibungkus seperti lopis, terus sate yang buka siang hari kan bisa dihitung," sambung Burkan. Namun ia mengakui bahwa pengungkapan sosok tersangka sangat dibantu oleh keterangan saksi.

Saat ini, NA sang tersangka telah ditahan di Polres Bantul untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Pasalnya menurut Burkan pula NA lebih banyak diam selama diperiksa oleh aparat berwajib alih-alih mengungkap semua keterangan yang diperlukan.

Sebagai informasi, seorang wanita misterius menitipkan paket takjil lewat pesanan offline yang kemudian diterima Bandiman. Menurut Bandiman, paket takjil berisi sate itu ditujukan untuk Tomy.

Namun Tomy dan istri mengaku tidak mengenal pengirimnya sehingga paket takjil itu malah diberikan kepada Bandiman. Nahas, rupanya ada racun sianida di bumbu sate tersebut sehingga menewaskan Naba, putra sang ojek online.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts