IDI Singgung Kerumunan Di Pasar Tanah Abang: Muncul Drama Nasional Lagi
Twitter/ProfesorZubairi
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Kasus lonjakan pengunjung yang terjadi di pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat kembali mendapatkan perhatian. Kali ini PB IDI memberikan tanggapannya atas kasus tersebut.

WowKeren - Kejadian lonjakan jumlah pengunjung di pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, yang mencapai hingga 100 ribu orang kini tengah menjadi sorotan sejumlah pihak. Adanya lonjakan tersebut disampaikan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan usai meninjau penerapan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 di pasar tersebut pada Minggu (2/5).

Kali ini Ketua Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Zubairi Djoerban pun turut menyoroti kejadian tersebut. Melalui akun Twitter pribadinya, @ProfesorZubairi, ia menyebut bahwa lonjakan jumlah pengunjung yang terjadi di pasar Tanah Abang, Jakpus nantinya akan memicu persaingan kerumunan.

"Tarik napas dalam-dalam melihat kerumunan di Tanah Abang, ya apa mau di kata, kerumunan ini nanti bersaing dengan kerumunan lainnya," tulisnya di Twitter pada Minggu (2/5). "Saling menuntut, yang ini boleh berkerumun, kenapa yang lain enggak."

Bahkan Zubairi menyebut perselisihan terkait dengan kerumunan akan memunculkan drama nasional kembali. "Muncul drama nasional lagi, ya mudah-mudahan sehat-sehat semua ya, Amin," imbuhnya.


Tidak hanya Zubairi, salah satu anggota Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak pun ikut menyoroti kejadian lonjakan pengunjung tersebut. Gilbert menilai bahwa Anies tidak bersungguh-sungguh dalam menangani dan upaya mencegah COVID-19.

Sebelumnya, Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Doni Monardo juga telah meminta masyarakat agar tidak menimbulkan kerumunan. Tak hanya itu, ia pun juga telah mewanti-wanti pemerintah daerah untuk terus mengawasi dan mengantisipasi masyarakatnya agar tidak menimbulkan kerumunan di pusat perbelanjaan.

Hal itu disampaikan Doni dengan tujuan agar tidak terjadi klaster baru di pusat perbelanjaan. Ia meminta agar ada kepedulian bersama antar semua pimpinan daerah dengan dukungan TNI-Polri agar mengantisipasi tidak terjadi lagi kerumunan seperti di pasar Tanah Abang.

"Oleh karenanya diperlukan kepedulian dari semua pimpinan," terang Doni. "Baik unsur pemerintah daerah, termasuk dukungan TNI-Polri."

(wk/wahy)

You can share this post!

Related Posts