Menkes Ungkap Perkembangan COVID-19: Alhamdulillah Lonjakan Yang Dikhawatirkan Tidak Terjadi
Twitter/KemenkesRI
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Menkes Budi Gunadi kembali mengingatkan masyarakat untuk terus disiplin dalam menerapkan prokes. Apalagi mutasi varian virus dari India, Afrika Selatan dan Inggris telah memasuki Indonesia.

WowKeren - Angka kasus COVID-19 di Indonesia masih cukup tinggi meskipun telah menurun. Maka dari itu, saat ini pemerintah tengah berupaya untuk bisa menurunkan angka kasus COVID-19 beserta penyebarannya agar pandemi bisa segera berakhir.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan kabar baik mengenai perkembangan COVID-19 di Indonesia. Lonjakan angka kasus COVID-19 yang dikhawatirkan pemerintah bakal muncul pasca liburan panjang, akhirnya tidak terjadi.

"Mengenai perkembangan kasus (COVID-19) Alhamdulillah sesudah pasca-pasca yang cukup panjang liburnya," ujar Budi saat konferensi pers, Senin (3/5). "Lonjakan yang tadinya kita khawatirkan, itu tidak terjadi, hanya ada kenaikan sedikit, di beberapa provinsi yang masih bisa kita kendalikan."

Budi menyampaikan sudah menjadi tugasnya untuk terus mengingatkan masyarakat agar menerapkan protokol kesehatan dengan disiplin. Ia juga mengingatkan untuk tidak lengah dalam menghadapi situasi COVID-19 yang telah mengalami penurunan.


"Jangan terburu-buru mengendorkan protokol kesehatan," terang Budi. "Karena kenapa? Yang pertama, memang secara keseluruhan kita menurun, namun di beberapa provinsi kita lihat ada kenaikan baik dari sisi konfirmasi, maupun dari sisi yang masuk rumah sakit, dan juga dari sisi kematian."

Lebih lanjut, ketika ada kenaikan tinggi, maka akan sulit untuk mengontrolnya. Lebih baik mengontrol saat ada kenaikan sedikit. Kemudian, sudah ada dua mutasi baru yang masuk ke Indonesia yakni mutasi virus COVID-19 dari India dan Afrika Selatan.

Untuk mutasi virus COVID-19 dari India, ada sebanyak dua kasus di DKI Jakarta. Sementara untuk kasus mutasi virus COVID-19 dari Afrika Selatan, ada di Bali. Selain itu, ada juga 13 kasus mutasi virus dari Inggris.

Budi menjelaskan bahwa variasi mutasi tersebut merupakan virus yang disorot oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) karena penularannya sangat mudah. Maka dari itu, mumpung jumlah kasus mutasi variasi virus tersebut masih sedikit, harus segera diselesaikan agar tidak menyebar.

"Karena mereka pasti akan segera menyebar, karena penularannya relatif lebih tinggi, dibandingkan yang lain," tutup Budi. "Tugas kita bersama untuk segera melakukan isolasi untuk yang terkena."

(wk/wahy)

You can share this post!

Related Posts