Pagoda Tertinggi di Dunia Berusia 1.000 Tahun Mulai Miring, Reparasi Disebut Bakal Sulit
pixabay.com/Ilustrasi
SerbaSerbi

Pada tahun 1930-an, sempat dilakukan pemeliharaan pada pagoda dengan mengganti dinding lumpur dan penahan diagonal di dalamnya dengan pintu dan jendela kayu.

WowKeren - Sebuah pagoda kayu yang berusia 1.000 tahun berdiri menjulang di Provinsi Shanxi Tiongkok bagian utara. Adalah Pagoda Sakyamuni dari Kuil Fogong, yang juga dikenal sebagai Pagoda Kayu Yingxian di Kabupaten Yingxian.

Bangunan ini tampaknya mulai termakan usia. Pasalnya, seiring berjalannya waktu pagoda menjadi miring. Oleh sebab itu, para konservasionis sekarang telah mencari cara untuk memperbaikinya.

Pagoda ini dibangun pada tahun 1056, pada masa Dinasti Liao (907-1125), yang didirikan oleh pengembara Khitan dan memerintah bagian utara Tiongkok. Ini menjadikannya sebagai pagoda dengan struktur kayu tertua dan tertinggi di dunia, tingginya sekitar 66 meter, sama dengan bangunan 23 lantai saat ini.

Selama sembilan ratus tahun terakhir, pagoda ini telah menjadi saksi bisu terjadinya gempa bumi dan serangan artileri. Kemiringan pagoda ini dapat dilihat pada sebuah kolom di lantai dua di sisi barat daya yang miring sejauh 57 sentimeter.


Pada tahun 1930-an, sempat dilakukan pemeliharaan pada pagoda dengan mengganti dinding lumpur dan penahan diagonal di dalamnya dengan pintu dan jendela kayu yang sekarang. Para ahli mengatakan langkah ini mengurangi stabilitas struktur. Lalu ditambah dengan guncangan dari kejadian bom di masa lalu, telah menyebabkan pagoda miring ke satu sisi.

Penguatan struktur terakhir dilakukan dari tahun 1970-an hingga 1980-an. Pada tahun 2002, para ahli membuat empat rencana perbaikan, tetapi semuanya ditangguhkan. Akibatnya, pagoda perlahan-lahan menjadi miring. Profesor Yong Xinqun, dari Akademi Relik Budaya China, menjelaskan bahwa perbaikan harus ditunda lantaran masih ada banyak hal yang perlu dipelajari untuk memastikan agar perbaikan berjalan efisien.

"Perlu waktu untuk memahami sepenuhnya ciri-ciri strukturalnya. Ada kekurangan data akurat tentang deformasi strukturalnya, yang diperlukan sebelum melakukan segala bentuk perbaikan yang aman dan efisien," katanya. "Para ahli juga memiliki gagasan berbeda tentang cara memperbaikinya."

Yong mengatakan jika pemantauan dan penelitian berkelanjutan masih diperlukan untuk memastikan intervensi minimal dalam mengatasi kemiringan pagoda. Kemungkinan akan memakan waktu lama sebelum perbaikan yang sebenarnya dapat dilakukan.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts