Mendagri Ingatkan PNS Harus Bersyukur Masih Bisa Dapat THR Tahun Ini
pixabay.com/Ilustrasi
Nasional

Sebuah petisi online yang memprotes besaran tunjangan hari raya (THR) untuk PNS atau ASN tahun ini sempat muncul. Petisi tersebut ditujukan kepada Presiden Jokowi dan Menteri Keuangan Sri Mulyani.

WowKeren - Besaran tunjangan hari raya (THR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) alias PNS "disunat" pada tahun ini. Ada 22 komponen THR yang ditiadakan, termasuk tunjangan kinerja (tukin), tambahan penghasilan pegawai, insentif kinerja, insentif khusus, hingga tambahan penghasilan bagi guru PNS.

"Penyunatan" THR PNS ini rupanya menuai protes. Sebuah petisi online bertajuk "THR & Gaji-13 ASN 2021 Lebih Kecil Dari UMR Jakarta: Kembalikan Full Seperti Tahun 2019" bahkan muncul dan ditujukan kepada Presiden Joko Widodo hingga Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Menanggapi protes soal besaran THR PNS ini, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian pun buka suara. Tito menegaskan bahwa para PNS seharusnya berterima kasih kepada Jokowi dan Sri Mulyani kartena masih menyediakan THR di masa pandemi virus corona (COVID-19).

"Makanya kita berterima kasih kepada Ibu Menteri Keuangan dan Bapak Presiden, kita masih diberi THR di tengah situasi yang sulit seperti ini," tutur Tito pada Selasa (4/5). "Kita harus bersyukur betul."


Para kepala daerah lantas dimintanya untuk menyampaikan pesan kepada para PNS bahwa THR yang diterima tetap harus disyukuri. Meskipun jumlahnya tidak sebesar sebelum pandemi imbas tak dimasukkannya unsur tukin.

"Untuk pegawai negeri, tolong teman-teman dari kepala daerah sampaikan kepada rekan-rekan di daerah," jelas mantan Kapolri tersebut. "Ini dalam situasi kontraksi keuangan yang berat seperti ini, pemerintah masih memberikan THR di luar tukin. Kita harus syukuri."

Para PNS diminta Tito untuk mencoba berempati kepada para pegawai swasta. Pasalnya situasi pandemi corona membuat banyak perusahaan swasta terjatuh dan bahkan bangkrut, sedangkan PNS masih bisa tetap bekerja hingga mendapat THR.

"Kita pegawai negeri masih bisa punya THR, negara bangkrut baru kita nggak punya (THR)," pungkas Tito. "Dan kalau kita melihat pihak yang lain, masyarakat tidak bekerja, yang nganggur, jumlahnya sekarang jutaan juga. Mereka tidak mendapatkan apa-apa. Siapa yang mau ngasih THR."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts