Gerilya Densus 88: Geledah Bekas Markas FPI Makassar Terkait Bom Gereja-Tangkap 3 Eks Petinggi FPI
Twitter/geganasulsel1
Nasional
Ledakan Gereja Katedral Makassar

Densus 88 menggeledah berkas Markas FPI Makassar terkait dengan kasus ledakan bom bunuh diri di Gereja Katedral. Di sisi lain, Densus 88 juga membekuk 3 eks petinggi FPI terkait kasus Munarman.

WowKeren - Beberapa waktu lalu Indonesia digemparkan dengan meledaknya bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan. Aksi terorisme itu pun kemudian dikaitkan dengan baiat kepada Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) sehingga Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri terus bekerja untuk mengusut jaringan tersebut.

Dan diungkap Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan, Kombes Pol E Zulpan, Densus 88 rupanya menggeledah bekas markas FPI Makassar. "Pertama, penggeledahan di bekas Markas FPI di Makassar itu terkait pengembangan kasus bom bunuh diri di Gereja Katedral," tutur Zulpan, Selasa (4/5).

Penggeledahan ini pun menurut Zulpan terkait dengan kelompok teroris Villa Mutiara yang digerebek awal 2021. Kelompok ini pula yang diduga mendalangi peledakan bom bunuh diri oleh pasangan suami-istri muda di Gereja Katedral Makassar.

Sementara kelompok teroris Villa Mutiara telah diamankan, dan menurut Zulpan sekitar 20 di antaranya merupakan anggota FPI. Bahkan beberapa di antaranya ada yang pernah dibaiat oleh mantan Sekretaris Umum FPI Munarman yang juga sempat menjadi sorotan karena ditangkap Densus 88.


"Ada 20 orang yang diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka. Dari yang ditangkap itu, ada beberapa orang yang dibaiat oleh FPI dan di situ ada Munarman," jelas Zulpan, dikutip dari Kompas, Rabu (5/5).

Pada kesempatan yang sama, Zulpan juga membenarkan soal penangkapan 3 orang eks petinggi FPI yang diduga terkait perkara yang menyeret Munarman. "Benar, ada tiga eks petinggi FPI di Makassar ditangkap," ujar Zulpan kepada Kumparan.

Ketiga mantan petinggi FPI ini adalah AR, MU, dan AS. Menurut penuturan Zulpan, ketiganya diciduk di rumah masing-masing.

Sedangkan terkait jabatan mereka di FPI, menurut Zulpan berada dalam posisi strategis meski ia tak merinci lebih jauh. "Jabatan strategis, infonya ada panglima dan bahkan ketua," terang Zulpan.

Kendati demikian, Zulpan tak menjelaskan lebih detail apakah penggeledahan bekas Markas FPI sebagai pengembangan kasus bom gereja terkait dengan penangkapan ketiga mantan petinggi tersebut. Di sisi lain, pemerintah terus berusaha memberantas aksi terorisme di Indonesia.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts