PBNU Sebut Kekerasan Sebagai Akar Permasalahan Munculnya Terorisme
Pixabay
Nasional

Aksi terorisme masih kerap kali terjadi di sejumlah negara, termasuk Indonesia. Petinggi PBNU yang juga Tenaga Ahli Utama KSP menyebut kekerasan sebagai akar dari munculnya terorisme.

WowKeren - Permasalahan soal terorisme hingga saat ini masih menjadi hal yang perlu ditangani dan diatasi oleh pemerintah Indonesia. Sebab, aksi terorisme benar-benar meresahkan dan membahayakan masyarakat.

Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya PBNU Rumadi Ahmad mengatakan bahwa sikap intoleransi menjadi ladang subur pengembangan paham keagamaan yang menghalalkan aksi terorisme. Maka dari itu, ia meminta masyarakat untuk selalu bersikap toleran dan moderat.

Petinggi PBNU yang juga menjabat sebagai Tenaga Ahli Utama Kedeputian V Kantor Staf Presiden (KSP) itu menjelaskan bahwa moderasi beragama saat ini menghadapi berbagai tantangan karena semakin menguatnya paham keagamaan yang menghalalkan kekerasan. Menurutnya, moderasi beragama saat ini sangat penting untuk dilakukan.

"Misalnya, semakin berkembangnya paham keagamaan yang misalnya menghalalkan kekerasan, apakah itu kekerasan yang sifatnya fisik maupun verbal," tutur Rumadi dalam webinar KSP Mendengar: Moderasi Beragama dengan Momentum Bulan Suci Ramadan, Selasa (4/5).


"Dan itu tentu menjadi persoalan serius karena dari kekerasan ini melahirkan intoleransi," lanjutnya. "Bahkan bisa menjadi ladang subur pengembangan paham keagamaan yang menghalalkan terorisme."

Rumadi menerangkan bahwa moderasi beragama merupakan sesuatu yang sudah melekat dan menjadi karakter dalam kehidupan bangsa Indonesia. Bahkan moderasi beragama sendiri telah masuk dalam aksi prioritas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

"Moderasi beragama pada dasarnya adalah penguatan dan upaya merawat dan menjaga karakter moderat yang sudah ada di masyarakat kita," terang Rumadi. "Moderasi beragama sebagai karakter beragama yang sekarang ini kita miliki bukan sesuatu yang turun dari langit, tapi hasil dari proses sejarah yang panjang dan terus didalam proses menjadi."

Moderasi beragama harus terus dirawat dan dijalankan karena dapat mencegah paham keagamaan baru yang menjadi ancaman seperti terorisme. Pada dasarnya, moderasi beragama adalah cara yang tidak berlebihan dan memihak mana pun.

"Sekarang kita menghadapi tiba-tiba ada orang yang rela meledakkan diri atas nama agama, atas nama jihad, dan itu menjadi tantangan serius yang kita hadapi bersama," tutup Rumadi.

(wk/wahy)

You can share this post!

Related Posts