Satgas Kembali Ingatkan Masyarakat Tetap Waspada Soal Varian Baru COVID-19 Yang Masuk Indonesia
covid19.go.id
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Virus COVID-19 sampai saat ini masih menjadi permasalahan besar yang dihadapi oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia. Satgas COVID-19 mengimbau masyarakat untuk mengikuti perkembangan kasus kawasan sekitar.

WowKeren - Indonesia sampai saat ini masih berada dalam pandemi COVID-19. Pemerintah masih terus berupaya menangani dan mengendalikan penyebaran virus tersebut. Sebelumnya, pemerintah mengonfirmasi tiga varian baru virus COVID-19 memasuki Indonesia.

Oleh karena itu, Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Doni Monardo kembali mengimbau masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. Doni menyampaikan bahwa kasus COVID-19 di negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura mengalami lonjakan. Bahkan Malaysia saat ini sedang krisis ranjang di ruang ICU.

"Dan oleh karenanya, kita juga harus mengikuti perkembangan di sekitar kawasan," ujar Doni dalam dialog secara virtual dari FMB9, Jakarta pada Rabu (5/5). "Kita lihat beberapa negara tetangga kita."

"Bukan hanya virus baru, beberapa negara tetangga kita juga mengalami peningkatan kasus di negara mereka," lanjutnya. "Jadi dengan adanya varian-varian baru ini diharapkan kita lebih waspada."

Doni juga menegaskan bahwa Presiden Joko Widodo selalu mengingatkan masyarakat agar tetap waspada. Ia berharap agar masyarakat tidak menjadi lengah dengan kondisi COVID-19 di Indonesia yang saat ini cukup terkendali.


"Apa yang telah kita capai hari ini dengan kondisi yang cukup membuat kita tenang dan nyaman," tegas Doni. "Bukan berarti kita bisa lengah, tidak boleh, kita tidak boleh kendor, protokol kesehatan adalah kunci keberhasilan bangsa kita untuk terhindar dari ancaman COVID-19."

Selain itu, disiplin dan kompak, serta konsisten dalam menerapkan protokol kesehatan itu juga merupakan salah satu solusi bagi negara untuk mengendalikan penyebaran COVID-19. Sementara itu, terkait masuknya tiga varian baru mutasi virus COVID-19 di Indonesia, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengeluarkan larangan buka puasa bersama (bukber) dan open house.

Pada 4 Mei 2021, Tito menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 800/2784/SJ tentang larangan bukber dan open house. SE itu ditujukan kepada gubernur, wali kota, dan bupati di seluruh Indonesia.

Akan tetapi, SE larangan bukber dan open house telah direvisi oleh Tito. Tito tidak melarang, akan tetapi membatasi kapasitasnya.

Sebagai informasi, ketiga varian baru COVID-19 yang masuk ke Indonesia yakni B117 dari Inggris, B1617 dari India, dan B1351 dari Afrika Selatan. Ketiga varian tersebut sama berbahayanya dan menular seperti COVID-19 pada umumnya.

(wk/wahy)

You can share this post!

Related Posts