Larangan Mudik Berlaku Besok, Sudah Ada Ratusan Ribu Orang Keluar Pulau Jawa Via Pelabuhan Merak
Instagram/asdp191
Nasional
Mudik di Tengah Corona

Kawasan Pelabuhan Merak, Banten, dipadati oleh calon penumpang pada Rabu (5/5) dini hari atau sehari sebelum larangan mudik berlaku. Diketahui, larangan mudik berlaku pada 6-17 Mei 2021.

WowKeren - Periode larangan mudik Lebaran 2021 akan dimulai Kamis (6/4) besok. Sehari sebelum larangan mudik berlaku, kawasan Pelabuhan Merak, Banten, telah dipadati oleh calon penumpang pada Rabu (5/5) dini hari ini.

Loket penjualan tiket kapal penyeberangan ke Pelabuhan Bakauheni, Lampung, tampak dipadati oleh para calon penumpang. Antrean panjang sempat terjadi karena para penumpang pejalan kaki datang ke pelabuhan hampir secara bersamaan.

Namun demikian, penjualan tiket berjalan lancar karena ada enam loket yang dibuka untuk melayani penumpang. "Kami hanya menunggu sekitar tiga puluh menit untuk mendapat tiket," papar salah seorang penumpang bernama Suyadi kepada Antara.

Manajer Usaha Pelabuhan PT Angkutan Sungai Danau Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Cabang Utama Merak Heru Wahyono menjelaskan bahwa pihaknya mengoperasikan 29 kapal ro-ro untuk melayani penyeberangan penumpang menuju Pelabuhan Bakauheni. "Kami tetap memberikan pelayanan terbaik dan semua penumpang bisa diseberangkan dengan lancar," jelasnya.


Sejak H-15 hingga H-9 Hari Raya Idul Fitri, ASDP Merak mencatat sudah ada 218.982 orang penumpang pejalan kaki dan penumpang dalam kendaraan yang keluar dari Pulau Jawa dan menyeberang ke Pelabuhan Bakauheni. Dari jumlah tersebut, 12.267 orang di antaranya merupakan penumpang pejalan kaki, sedangkan penumpang di atas kendaraan mencapai 206.715 orang.

Heru menjelaskan bahwa jumlah penumpang pemudik Lebaran 2021 ini menurun drastis dibandingkan dua tahun lalu sebelum pandemi virus corona (COVID- 19) mewabah. Kendaraan yang diseberangkan menuju Pelabuhan Bakauheni juga disebut menurun drastis dibandingkan sebelum pandemi COVID-19.

"Kami mengapresiasi penyeberangan berjalan lancar dan tidak terjadi penumpukan penumpang maupun antrean kendaraan," terang Heru. "Kami memastikan penumpang pemudik tahun 2021 menurun karena masih ada pandemi Corona itu."

Di sisi lain, sejumlah pemudik mengaku memilih pulang lebih awal karena khawatir terhambat larangan mudik. Salah seorang pemudik bernama Mono Suharmono mengaku rela mengantre tiket kapal selama 20 menit bersama dua anaknya agar bisa pulang kampung tanpa menemui kendala. "Jika berangkat pada 6 Mei dipastikan menemui kendala larangan mudik," tuturnya.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts