Gus Miftah Orasi di Gereja Hingga Dibully Kafir, Ustaz Abdul Somad: Haram
Instagram/ustadzabdulsomad_official
Selebriti

Ustaz Abdul Somad tak sepakat dengan Gus Miftah yang orasi di gereja saat diundang di acara peresmian tempat ibadah. UAS pernah berceramah kalau toleransi beda agama memang tidak dilarang asalkan tidak mengorbankan akidah.

WowKeren - Gus Miftah baru-baru ini sukses bikin geger soal keputusannya untuk orasi di Gereja Bethel Indonesia (GBI). Sempat disentil isu kafir, Gus Miftah menjelaskan kalau ia diminta menyampaikan orasi kebangsaan dalam rangka peresmian GBI Amanat Agung Penjaringan.

Alih-alih marah, Gus Miftah justru mengucap syukur. "Gus Miftah marah? Nggak. Malah bersyukur Alhamdulillah," katanya.

Ia menganggap ini sekedar cobaan. Gus Miftah juga menyentil para haters yang menyindirnya kafir.

"Hanya gara-gara video tersebut saya dikatakan kafir, luar biasa, itulah dakwah zaman sekarang," lanjut Gus Miftah. "Kalau dakwah zaman dulu tugasnya adalah mengislamkan orang kafir dan dakwah hari ini mengkafir-kafirkan orang Islam."

Usai memberikan klarifikasi, Gus Miftah masih terus menuai kritikan. Terkait hal itu, Ustaz Abdul Somad ternyata punya pandangan berbeda dengan Gus Miftah. Jika Gus Miftah masuk ke gereja, UAS justru tak menyarankan hal itu.


UAS mengingatkan kalau memasuki rumah ibadah agama lain itu diharamkan. Nabi Muhammad SAW juga tak melakukan hal itu terutama jika di dalamnya ada patung.

"Haram hukumnya masuk ke rumah ibadah orang lain. Haram! Karena Nabi tak mau masuk ke dalam tempat ibadah, jika di dalam itu ada patung berhala," tutur UAS dalam salah satu ceramahnya. "Maka dalam Islam, mazhab Syafi'i mengharamkan masuk ke dalam rumah ibadah yang di dalamnya ada berhala."

UAS menilai kalau banyak pihak salah kaprah dalam memaknai toleransi antar umat berbeda agama. Menurut UAS, ia tak melarang umat Islam menghargai non muslim. Hanya saja, UAS menyarankan agar tak perlu mengorbankan akidah seseorang.

"Tapi kalau masalah ibadah, ritual, tak ada tawar menawar: bagimu agama mu, bagiku agamaku," terang UAS. "Ini sekarang banyak yang kebablasan, mana toleransi, mana telur asin. Jangan karena toleransi mengorbankan akidah."

(wk/riaw)

You can share this post!

Related Posts