Warga Mojokerto Bawa Varian B117 Sepulang Dari Kongo, Kini Sudah Dinyatakan Sembuh
pixabay.com/Ilustrasi
Nasional
Mutasi Corona Masuk Indonesia

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur Herlin Ferliana menjelaskan bahwa pasien varian B117 tersebut memiliki riwayat perjalanan ke Kongo, Afrika, untuk urusan perjalanan dinas.

WowKeren - Sejumlah varian virus corona baru asal luar negeri diketahui telah ditemukan di wilayah Indonesia. Sebut saja varian B117 asal Inggris, varian B1617 asal India, hingga varian B1351 asal Afrika Selatan.

Kekinian, kasus varian B117 juga ditemukan di salah seorang warga Mojokerto, Jawa Timur. Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur Herlin Ferliana menjelaskan bahwa pasien tersebut memiliki riwayat perjalanan ke Kongo, Afrika.

"Variannya B117, tapi beliau (pasien) datang dari kegiatan di Kongo," jelas Herlin saat dikonfirmasi awak media, Kamis (6/5). Pernyataan Herlin ini sekaligus meluruskan kabar sebelumnya yang menyebut varian baru di Mojokerto tersebut berjenis B1351 asal Afsel.

Adapun mutasi varian B117 ini dilaporkan memiliki tingkat penularan yang lebih tinggi, sekitar 36 hingga 75 persen dibandingkan jenis virus sebelumnya. B117 juga merupakan varian yang paling banyak dilaporkan oleh orang dari berbagai negara.


Meski begitu, Dinkes Jatim mengaku bahwa pasien B117 di Mojokerto ini tidak sampai menularkan ke orang-orang di sekitarnya. Pasien tersebut juga dilaporkan tidak mengalami gejala dan berada dalam kondisi stabil.

"Kami tracing dan periksa semua orang yang berkontak erat, hasilnya hanya yang bersangkutan saja yang terinfeksi," ungkap Herlin. "Alhamdulillah, di Mojokerto masih aman dari penularan, karena yang bersangkutan dilakukan karantina dengan baik."

Kini, pasien tersebut telah sembuh dan dinyatakan negatif COVID-19. "Sudah negatif dan sudah sembuh," kata Herlin.

Pasien tersebut dilaporkan telah pulang dari perjalanan dinasnya di Kongo pada Februari lalu. Namun jenis varian B117 yang dibawanya baru diketahui pada April lalu berdasarkan metode whole genome sequencing.

"Diketahui sejak Februari lalu bahwa ada sekelompok WNI yang baru saja tiba dari Kongo," paparnya. "Segera kami lakukan pemeriksaan whole genome sequencing dan hasilnya baru keluar pada April kemarin."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts