Mengerikan, Siswi Kelas 6 di AS Jadi Pelaku Penembakan dan Lukai 3 Orang
Unsplash/Andre Hunter
Dunia

Seorang siswi kelas 6 di Eastern Idaho, Amerika Serikat menembak brutal ke berbagai arah dan mengakibatkan 2 teman sekolahnya beserta seorang staf terluka.

WowKeren - Amerika Serikat memang mengizinkan warga sipil menguasai senjata api dengan perundang-undangan yang ketat. Izin warga sipil memiliki senjata api ini pula yang memunculkan beberapa kasus penembakan yang menggegerkan di negeri Paman Sam.

Salah satunya terjadi pada Kamis (6/5) waktu setempat, ketika seorang siswi kelas 6 SD menjadi pelaku penembakan di sekolahnya di Eastern Idaho. Melansir Reuters, siswi yang tak disebutkan identitas lengkapnya ini menarik sebuah pistol dari tas punggungnya dan berujung melukai 2 teman sekolahnya serta seorang staf sekolah.

Aksinya kala itu berhasil dihentikan seorang guru dari Sekolah Menengah Rigby Idaho dan diamankan sampai aparat berwajib tiba. Namun setelah penyelidikan digelar, pihak kepolisian pun tak bisa memberikan keterangan detail soal penyebab aksi mengejutkan ini.

"Dia menembak ke berbagai arah di dalam dan luar sekolah," tutur Kepala Kepolisian Jefferson, Steve Anderson, dalam konferensi persnya. "Kami belum tahu detail penyebab aksinya. Saat ini masih diinvestigasi."

Para siswa langsung dipulangkan menyusul aksi penembakan tersebut. Kelas-kelas hari Jumat (7/5) juga langsung dibatalkan, sebagaimana disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Jefferson, Chad Martin.


"Ini adalah mimpi buruk terburuk yang bisa dialami di bidang pendidikan," tutur Martin. "Kami memang sudah bersiap, tetapi kami tidak pernah benar-benar siap menghadapinya."

Sejumlah aparat hukum dilibatkan untuk menyelidiki kasus mengejutkan ini. Namun Jaksa Penuntut Jefferson, Mark Taylor, menduga gadis penembak itu akan dikenai pasal percobaan pembunuhan tingkat tiga.

Otoritas berwenang menduga bahwa gadis pelaku penembakan ini tidak berniat menyakiti siapapun. Hal senada juga disampaikan Direktur Pusat Trauma di Pusat Kesehatan Eastern Idaho, Michael Lemon, yang menyebut luka penembakan yang dialami tidak bersifat fatal.

Staf sekolah yang terkena tembakan sudah menerima perawatan dan boleh pulang. Sedangkan 2 siswa korban lain masih diopname untuk observasi semalam.

"Luka yang dialami bisa saja lebih buruk. Kami merasa sangat bersyukur," pungkas Lemon. Sedangkan Gubernur Idaho, Brad Little, juga mengaku terus memantau perkembangan kasus penembakan ini.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts