Sama Seperti Indonesia, Singapura Larang Perayaan Penuh Idul Fitri Saat COVID-19
pexels.com/RODNAE Production
Dunia
Pandemi Virus Corona

Momen Ramadan dan Idul Fitri menjadi momen bahagia bagi umat Muslim di dunia, termasuk Singapura. Akan tetapi, hal itu tidak bisa dilakukan saat pandemi COVID-19.

WowKeren - Momen Ramadan dan Idul Fitri yang berada di tengah pandemi COVID-19 menyebabkan sejumlah negara di dunia memberlakukan kebijakan untuk membatasi perayaan tersebut. Seperti yang terjadi di Singapura.

Umat muslim di Singapura rupanya merasa sedih ketika pemerintah mengeluarkan kebijakan pengetatan aturan pencegahan COVID-19. Pemerintah Singapura mengeluarkan kebijakan pembatasan pertemuan sosial yang mulai berlaku 8 hingga 30 Mei 2021. Kebijakan itu mengatur setiap rumah hanya boleh menerima maksimal lima pengunjung per hari.

Lebih lanjut, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Singapura meminta masyarakat untuk melakukan atau mengadakan pertemuan setiap harinya maksimal dua kali. Kebijakan itu tentunya dibuat untuk menangani dan mengendalikan penyebaran COVID-19.

Dilansir dari Channel News Asia, salah warga Singapura Namira Nasir mengaku sedih lantaran tidak bisa merayakan Idul Fitri bersama dengan keluarga sebelum akhirnya berpisah karena dirinya akan menikah. Meski demikian, hal itu tidak mengurangi antusiasmenya untuk merayakan lebaran.


"Suasana hati diperburuk dengan sesuatu yang kontras dalam optimisme yang kami miliki hingga beberapa minggu lalu," ujar Nasir. "Situasi sekarang membuat kami sedikit kehilangan motivasi."

Meski demikian, Nasir dan keluarganya tetap menjalankan ibadah puasa dengan khusuk dan tetap menaati kebijakan yang pemerintah buat. Menurut mereka, hal itu dilakukan pemerintah untuk memutus rantai penyebaran COVID-19.

Sementara itu, umat Muslim Singapura lainnya yakni Afiq Anwar juga memiliki harapan bisa merayakannya dengan sanak keluarganya. Akan tetapi keinginan itu pupus sebab pemerintah telah mengeluarkan kebijakan pengetatan aturan pencegahan COVID-19.

Menurutnya, semua umat Muslim Singapura merasa frustasi akibat pandemi COVID-19 ini. "Semua orang diam-diam frustasi dengan pembatasan pertemuan hanya lima orang, mengurangi jumlah menjadi lima pada dasarnya melarang kunjungan dalam bentuk apa pun di pihak keluarga ibu saya," terang Afiq.

Berdasarkan pengakuan Afiq, sebelum adanya pandemi COVID-19, keluarganya selalu melakukan buka puasa bersama di satu rumah. Baginya, pertemuan keluarga besar saat perayaan Idul Fitri merupakan hal yang wajar untuk dilakukan. Namun hal itu menjadi tidak wajar saat pandemi COVID-19.

(wk/wahy)

You can share this post!

Related Posts