Ilmuwan Belanda Latih Lebah Deteksi COVID-19, Bisa Gantikan Tes PCR?
Pixabay/TerriAnneAllen
Dunia
Pandemi Virus Corona

Para ilmuwan di Belanda melatih lebah dengan memberi mereka larutan air gula sebagai hadiah setelah mereka terpapar aroma cerpelai yang terinfeksi COVID-19.

WowKeren - Para ilmuwan di Belanda telah melatih lebah untuk mengidentifikasi COVID-19 melalui indera penciuman mereka. Penelitian itu dilakukan pada lebih dari 150 lebah di laboratorium peneltian bio-veteriner Universitas Wageningen.

Para ilmuwan melatih lebah dengan memberi mereka larutan air gula sebagai hadiah setelah mereka terpapar aroma cerpelai yang terinfeksi COVID-19. Mereka tidak akan mendapat hadiah itu jika diperlihatkan sampel yang tidak terinfeksi. Hasilnya, lebah dapat mengidentifikasi sampel yang terinfeksi dalam beberapa detik dan kemudian akan menjulurkan lidah mereka untuk mengambil air gula saat diberikan sampel yang terinfeksi.

Hal itu sebagaimana dijelaskan oleh Wim van der Poel, seorang profesor virologi yang mengambil bagian dalam proyek tersebut. "Segera setelah memberikan sampel positif, kami juga memberi mereka air gula. Dan yang dilakukan lebah adalah mengulurkan belalai untuk mengambil air gula," ujarnya melansir Reuters.


Dengan kata lain, lebah yang memanjangkan lidah mereka untuk minum adalah bentuk konfirmasi dari hasil tes virus corona yang positif, menurut para peneliti. Adapun penelitian untuk mendeteksi COVID-19 yang melibatkan hewan bukan pertama kali ini dilakukan. Peneliti juga telah melatih anjing untuk membedakan sampel COVID-19 positif dan negatif dari air liur atau keringat manusia dengan tingkat akurasi yang cukup tinggi.

Sebuah penelitian kecil yang dilakukan di Jerman menemukan bahwa anjing dapat mengidentifikasi sampel COVID-19 positif hingga 94 persen. Hal ini disebabkan karena perubahan metabolisme dari virus korona membuat cairan tubuh orang yang terinfeksi berbau sedikit berbeda dari orang yang tidak terinfeksi. Kendati demikian, para peneliti masih belum yakin apakah hewan adalah pilihan terbaik untuk mendeteksi kasus COVID-19 di luar laboratorium.

"Tidak ada yang mengatakan mereka dapat menggantikan mesin PCR, tetapi mereka bisa sangat menjanjikan," ujar seorang ahli saraf hewan Holger Volk kepada Nature. Namun setidaknya, hewan tertentu bisa berguna untuk mengidentifikasi COVID-19 di tempat atau negara di mana peralatan laboratorium berteknologi tinggi langka atau tidak bisa diakses.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts