Kota di Jepang Pakai Anggaran COVID-19 untuk Bangun Patung Cumi Raksasa Tuai Sorotan
pixabay.com/Ilustrasi
Dunia

Noto adalah kota nelayan di prefektur Ishikawa. Kota ini memang memiliki jumlah kasus yang sangat rendah namun juga turut terdampak karena menurunnya jumlah wisatawan.

WowKeren - Sebuah kota tepi laut di Jepang, Noto, baru-baru ini menuai sorotan. Bagaimana tidak, kota itu membangun sebuah patung cumi-cumi raksasa dengan menggunakan dana yang seharusnya digunakan untuk penanganan COVID-19.

Cumi-cumi memang dikenal sebagai salah satu makanan laut yang sangat lezat dan bergizi. Bagi penduduk Noto, cumi-cumi adalah makanan yang sangat lezat. Patung tersebut membentang sepanjang 13 meter di pelabuhan Noto. Pembangunan patung ini menghabiskan dana sebesar 25 juta yen, yang mana dana ini diambil dari anggaran darurat penanganan COVID-19.

Pembangunan yang menuai sorotan itu pun rupanya bukan tanpa alasan. Pejabat Noto mengatakan kepada media lokal bahwa itu adalah bagian dari rencana jangka panjang untuk memikat wisatawan kembali setelah pandemi.

Seperti diketahui, Jepang sendiri saat ini tengah berjuang melawan pandemi di negaranya dengan proses inokulasi yang dinilai lambat. Bahkan ibu kota negara itu, Tokyo saat ini berada dalam keadaan darurat yang mana ini adalah ketiga kalinya sejak pandemi dimulai.


Noto merupakan kota nelayan yang terletak di prefektur Ishikawa. Kota ini memang memiliki jumlah kasus yang sangat rendah. Kendati demikian, kota ini juga turut merasakan dampak ketika jumlah wisatawan telah menurun secara signifikan.

Noto telah menerima 800 juta yen melalui hibah nasional. Yahoo Jepang melaporkan jika dana ini dimaksudkan sebagai bantuan darurat untuk mendorong ekonomi guna membantu daerah-daerah yang terdampak pandemi.

Memang dana tersebut tidak harus dihabiskan sekaligus langsung untuk penanganan COVID-19, namun tetap saja sejumlah orang mengkritisi pemerintah kota yang menggunakan dana itu untuk sebuah patung raksasa. Hal ini mengingat pandemi sendiri belum berakhir hingga sekarang.

Seorang penduduk setempat mengatakan kepada surat kabar Chunichi Shimbun bahwa meskipun patung itu mungkin efektif dalam jangka panjang, uang itu seharusnya bisa digunakan untuk "dukungan mendesak", seperti untuk staf medis dan fasilitas perawatan jangka panjang.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts