Dambakan Keluarga Muslim, Angel Lelga Kerap Nangis Setiap Lebaran Datang
Instagram/angellelga
Selebriti

Angel Lelga berbagi pengalamannya menjalani Idul Fitri seorang diri setiap tahun. Jadi satu-satunya mualaf di keluarganya, Angel Lelga mengaku sering menangis ketika tak biasa melakukan tradisi Lebaran ini.

WowKeren - Angel Lelga merupakan salah satu selebriti Tanah Air yang memutuskan untuk jadi seorang mualaf. Berbeda agama dengan keluarga besarnya, Angel mengaku kerap merasa kesepian setiap kali Lebaran datang.

"Saya setiap tahun memamg merasa kesepian, karena saya mualaf sendiri, nggak ada keluarga yang seagama dengan saya," ujar Angel Lelga saat ditemui di kawasan Tebet, Jakarta Selatan baru-baru ini.

Namun agaknya, kini Angel sudah terbiasa dengan suasana sepi tersebut. Ia bersyukur karena masih ada teman-teman dekatnya yang bersedia melewati momen tersebut bersama-sama dengannya.

"Tapi Alhamdulillah semua teman support, banyak yang kirim makanan dan baju, apalagi sekarang lebih ramai lagi. Sekarang tim dan orang kantor bertambah, Alhamdulillah," sambungnya lagi.

Tak bisa dipungkiri, Angel Lelga merasa sedih ketika tradisi Lebaran yang biasanya dilakukan orang lain tak bisa ia lakukan. Salah satunya adalah sungkeman dengan orangtua. Mantan istri Vicky Prasetyo itu mengaku bisa menangis ketika melihat siapapun yang bisa sungkem pada orangtuanya.


"Ya saya paling sedih saat sudah Solat Ied, saya ke rumah teman saya, saya melihat orangtuanya nunduk pada sungkeman. Saya nggak bisa lihat langsung pasti langsung nangis," ungkap Angel Lelga.

"Makanya saya datang ke rumah teman, lagi sungkeman apa nggak. Kalau belum atau sedang sungkeman, saya tahan dulu. Karena memang saya mendambakan bisa sungkeman dengan orangtua saya," ujarnya.

Untuk mengurangi sedikit kesedihannya, Angel pun seringkali meminta hal ini kepada sang mama. "Kadang saya bercanda sama mamah saya, mamah duduk dong aku mau belajar sungkeman," lanjut Angel Lelga.

Lebih lanjut, Angel Lelga berharap paling tidak ada satu lagi anggota keluarganya yang memutuskan untuk menjadi mualaf. Tak lain, untuk menghilangkan rasa kesepian yang selama ini merajainya.

"Bicara sungkem saya mau nangis. Saya setiap tahun mendambakan keluarga muslim," tukasnya. "Saya sudah hampir 17 tahun saya sampai detik ini saya berdoa, ya saya berharap ada satu keluarga yang satu iman dengan saya, walaupun saya meyakini semua agama sangat baik."

(wk/lara)

You can share this post!

Related Posts