Tiongkok Akan Buat Garis Pemisah di Puncak Everest demi Cegah Penularan COVID-19
Pixabay
Dunia
Pandemi Virus Corona

Sejak April, base camp Everest di sisi Nepal telah dilanda kasus virus korona. Pemerintah Nepal yang kekurangan pendapatan pariwisata, belum membatalkan musim pendakian musim semi.

WowKeren - Tiongkok memiliki cara unik untuk mencegah penularan virus corona. Baru-baru ini, Negeri Tirai Bambu tersebut berencana membuat garis pemisah di puncak Gunung Everest.

Adapun hal ini bertujuan untuk mencegah pendaki berbaur dari Nepal yang dilanda COVID dan mereka yang naik dari sisi Tibet. Hal tersebut sebagaimana dilaporkan oleh media pemerintah Tiongkok.

Sejak April lalu, base camp Everest di sisi Nepal telah dilanda kasus virus korona. Pemerintah Nepal yang kekurangan pendapatan pariwisata, belum membatalkan musim pendakian musim semi, biasanya dari April hingga awal Juni sebelum hujan monsun.

Kendati demikian, belum ada keterangan lebih detail mengenai bagaimana garis itu akan dibuat di puncak. Sebuah tim kecil pemandu pendakian Tibet akan mendaki Everest dan memasang "garis pemisah" di puncak untuk menghentikan kontak antara pendaki dari kedua sisi puncak, lapor kantor berita Xinhua mengutip kepala biro olahraga Tibet.


Media tersebut juga melaporkan bahwa sebanyak 21 warga negara Tiongkok sedang dalam perjalanan ke puncak di sisi Tibet. Pemandu Tibet akan membuat garis pemisah sebelum mereka datang.

Puncak dari gunung setinggi 8.848 meter adalah gundukan salju kecil. Di sini hampir tidak cukup ruang bagi setengah lusin pendaki dan pemandu pada satu waktu. Juga tidak jelas apakah para pemandu Tibet itu nantinya akan menjadi orang-orang yang melakukan "pemisahan", atau apakah mereka akan tetap berada di zona kematian, di mana banyak nyawa hilang karena kekurangan oksigen, untuk tetap berada di antrean.

Sejak tahun lalu, Tiongkok tidak mengizinkan pendaki asing untuk naik dari sisi Tibet karena masalah infeksi. Turis di kawasan pemandangan Everest di Tibet juga dilarang mengunjungi base camp di sisi Tibet.

Sementara itu, Tiongkok Daratan pada Minggu (9/5) melaporkan 12 kasus COVID-19 baru pada 8 Mei. Adapun jumlah ini semuanya melibatkan pelancong yang datang dari luar negeri.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts