Brimob Bersenjata Diterjunkan Jaga Titik Penyekatan Larangan Mudik Demi Keamanan Petugas
Nasional
Mudik di Tengah Corona

Adapun Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo Purnomo Yogo, menyatakan bahwa petugas bersenjata lengkap disiagakan di titik penyekatan telah sesuai dengan SOP kepolisian.

WowKeren - Pemerintah diketahui telah resmi melarang mudik Lebaran tahun ini untuk periode 6-17 Mei. Tak main-main, anggota Brimob bersenjata lengkap turut diterjunkan untuk menjaga keamanan di sejumlah titik penyekatan.

Menurut Kepala Koprs Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Inspektur Jenderal Istiono, Brimob diturunkan demi keamanan petugas lain. "Itu untuk keamanan petugas, harus kita lapisi sistem kita yang memang harus kita lakukan seperti itu," tutur Istiono pada Senin (10/5).

Salah satu titik penyekatan yang dijaga anggota Brimob bersenjata lengakap adalah Gerbang Tol Cikarang Barat. Kedua petugas yang berjaga tampak menggunakan rompi anti-peluru, helm kevlar, hingga senapan laras panjang.

Adapun Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo Purnomo Yogo, menyatakan bahwa petugas bersenjata lengkap disiagakan sesuai dengan SOP kepolisian. "Brimob itu memang SOP kita dalam hal pengamanan, bahwa setiap ada anggota Polri yang sedang bertugas mengamankan pasti ada petugas petugas yang mengamankan kegiatan personel tersebut," papar Sambodo.

Ada kemungkinan petugas yang berjaga di titik penyekatan larangan mudik terancam keselamatannya. Dengan demikian, petugas bersenjata lengkap harus disiahakan untuk menjaga keamanan.


"Jadi itu untuk pengamanan petugas, pengamanan anggota," kata Sambodo. "Ya kan kita namanya ancaman kan pasti ada."

Di sisi lain, larangan mudik yang telah ditetapkan pemerintah tak lantas membuat masyarakat pasrah. Dari operasi yang telah dilakukan pihak kepolisian, terungkap beberapa modus pemudik nekat.

Polda Metro Jaya dilaporkan mencegat mobil ambulans di Gerbang Tol Cikarang 1, Bekasi, Jawa Barat. Disebutkan bahwa ambulans tersebut ternyata mengangkut 7 orang, termasuk seorang sopirnya.

Selain itu, ada pula mobil pikap pengangkut pemudik yang dicegat petugas gabungan di perbatasan Majalengka-Sumedang. Dan benar saja, setelah diberhentikan, ternyata terdapat sejumlah orang yang duduk di baknya dan ditutup terpal.

Sementara itu, pos penyekatan pemudik di Pos Tanjung Pura, Karawang, dikabarkan sempat diterobos oleh ratusan kendaraan bermotor. Polres Karawang pun bertekad untuk mengevaluasi penjagaan di pos-pos penyekatan lain yang berada di wilayahnya. Salah satunya dengan menggeser pos penyekatan untuk memperkuat penjagaan di Tanjung Pura.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts