Bukan Nangis, Dul Jaelani Bingung Harus Lakukan Adegan Ini Saat Syuting dengan Tissa Biani
WowKeren/Fernando
Film

Saat ditanya mengenai adegan tersulit, Dul Jaelani justru mengatakan jika menangis adalah hal yang sangat gampang baginya. Sebab dirinya sudah sering menangis.

WowKeren - Dul Jaelani baru-baru ini berbicara mengenai film yang dibintanginya bersama sang kekasih Tissa Biani, "Dear Imamku". Saat ditemui di Bilangan Thamrin Jakarta, ia mengaku sangat bersyukur lantaran masih bisa bermain film di tengah kondisi seperti sekarang ini.

"Bisa main film dan di masa pandemi nih, menurutku udah sebuah pertolongan Allah yang luar biasa, jadi hal yang harus disyukuri," ujarnya saat ditemui WowKeren. Ia pun kemudian bercerita mengenai sosok karakter Haris yang diperankannya.

Haris, dikatakannya, adalah seseorang yang ingin mendekatkan diri ke Tuhan. Yang mana, keputusan ini memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Haris, dikatakan Dul, harus dihadapkan pada ujian-ujian tertentu untuk bisa lebih dekat kepada Sang Pencipta.

"Orang yang ingin mendekatkan diri ke Tuhan. Dikira mendekatkan diri ke Tuhan, adem-ayem, tenang, dia engga tahu kalau hijrah itu banyak ujiannya," ujarnya menambahkan. "Cerita bagaimana si Haris survive, menghadapi ujian-ujian orang yang mendekatkan diri ke Tuhan."


Menurutnya, ada banyak pelajaran yang bisa diambil dari film tersebut. Film itu, dikatakannya tak hanya mengangkat kisah sepasang anak muda namun juga mengangkat hubungan keluarga. Bahkan ia dan Tissa pun blak-blakan mengungkap juga ikut belajar dari film itu.

"Banyak banget ya, kita enggak membahas topik anak muda aja ya, tapi banyak pembahasan hubungan keluarga juga percintaan kita sebagai anak muda yang egonya masih labil," tutur keduanya. "Selain main film kita juga banyak belajar dari film ini."

Saat ditanya mengenai adegan tersulit, Dul justru mengatakan menangis sangat gampang baginya. Sebab dirinya sudah sering menangis.

"Ada satu adegan lagi marah lagi berantem hebat sama Tissa karena aku orangnya dalam kehidupan nyata kalo marah nggak pernah yang bener-bener marah, selalu memendam atau aku selalu diem orangnya itu," paparnya menjelaskan. "Kalo waktu disuruh marah, bingung gimana hingga akhirnya apapun yang ada di situasi itu aku manfaatin jadi sesuatu yang buat aku marah hingga akhirnya aku bisa marah."

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts