Sutradara Sebut 'Orphan: First Kill' Bakal Jadi Prekuel Kejam dan Brutal
imdb
Film

Prekuel ini akan menceritakan asal usul Esther lebih lengkap. Penonton akan melihat bagaimana pelariannya dari fasilitas psikiatri Estonia dan melakukan perjalanan ke Amerika.

WowKeren - Bagi penggemar film "Orphan" (2009) pasti sudah tak asing lagi dengan sosok Isabelle Fuhrman. Senyumnya yang seakan tulus berhasil memikat keluarga Coleman yang akhirnya memutuskan untuk mengadopsi dirinya.

Di prekuelnya yang berjudul "Orphan: First Kill", sang sutradara William Brent Bell mengatakan jika film ini akan sangat kejam dan brutal. "Orphan: First Kill" menjadi prekuel yang telah lama ditunggu-tunggu sejak Orphan menjadi film hit pada tahun 2009 lalu.

Disutradarai oleh Jaume Collet-Serra, "Orphan" menceritakan pasangan yang kerap mengalami masalah setelah mereka mengadopsi seorang gadis muda bernama Esther. Adapun pasangan ini diperankan oleh Vera Farmiga dan Peter Sarsgaard. Namun, Esther hampir tidak seperti yang terlihat, menyebabkan hal-hal berbahaya bagi keluarga barunya.


Bell akan mengerjakan naskah yang ditulis oleh David Coggeshall. Prekuel ini akan menceritakan asal usul Esther lebih lengkap. Penonton akan melihat bagaimana pelariannya dari fasilitas psikiatri Estonia dan melakukan perjalanan ke Amerika sambil menyamar sebagai putri keluarga kaya yang hilang.

Masih sama, karakter Esther akan dimainkan oleh Isabelle Fuhrman yang akan beradu akting dengan wajah baru seperti Julia Stiles dan Rossif Sutherland. Dalam wawancara baru-baru ini di acara podcast Bloody Disgusting The Boo Crew, Bell menjelaskan bagaimana mereka membuat Fuhrman yang berusia 24 tahun tampak seperti anak-anak. "Film tersebut memiliki kualitas yang sangat kekanak-kanakan dalam beberapa hal, tetapi juga sangat kejam di lain waktu," ujarnya.

Hal ini berkaitan dengan karakter Esther itu sendiri. Ia adalah seorang gadis yang romantis dan menginginkan cinta. Namun ketika dirinya tak mampu mendapatkan apa yang diinginkannya maka akan menjadi pemicu munculnya sisi lain dalam dirinya.

"(Esther) adalah orang yang sangat romantis yang sangat menginginkan cinta dan ketika dia tidak mendapatkannya, sisi lain dari dirinya akan muncul. Dan itu brutal," ujarnya lebih jauh. "Jadi film ini benar-benar memainkan kedua sisi itu dengan sangat baik. Jadi dia memiliki hati yang sangat besar, tetapi juga memiliki sisi super gelap yang nyata."

(wk/zodi)

You can share this post!