Warga India Lumuri Badan Dengan Kotoran Sapi Demi Tangkal COVID-19, Dokter Peringatkan Bahayanya
Pixabay
Dunia
Pandemi Virus Corona

Untuk menghindari paparan COVID-19, sejumlah warga di negara bagian Gujarat pergi ke tempat penampungan sapi seminggu sekali untuk melumuri tubuh mereka dengan kotoran dan urine hewan ternak tersebut.

WowKeren - India kini tengah menghadapi "tsunami" kasus virus corona (COVID-19) dengan kasus positif harian mencapai angka 400 ribu. India juga dilaporkan sudah mulai kehabisan tempat tidur rumah sakit, oksigen, dan obat- obatan sehingga banyak warga yang meninggal karena kurangnya perawatan.

Untuk menghindari paparan COVID-19, sejumlah warga di negara bagian Gujarat pergi ke tempat penampungan sapi seminggu sekali untuk melumuri tubuh mereka dengan kotoran dan urine hewan ternak tersebut. Mereka percaya hal tersebut dapat meningkatkan kekebalan tubuh mereka terhadap COVID- 19, atau bahkan membantu mereka yang telah terinfeksi untuk sembuh.

Sembari menunggu campuran kotoran dan urine di tubuh mereka mengering, para peserta akan memeluk atau menghormati sapi di tempat penampungan tersebut. Ada pula yang berlatih yoga untuk meningkatkan tingkat energi mereka. Setelah mengering, lapisan kotoran dan urine sapi di tubuh mereka akan dicuci dengan susu atau buttermilk.

"Kami melihat... bahkan dokter datang ke sini. Mereka yakin bahwa terapi ini meningkatkan kekebalan dan mereka dapat pergi dan merawat pasien tanpa rasa takut," tutur Gautam Manilal Borisa, seorang manajer asosiasi di sebuah perusahaan farmasi. Borisa mengaku praktik tersebut telah membantunya pulih dari COVID-19 tahun lalu.


Dalam agama Hindu, sapi adalah simbol suci kehidupan dan bumi. Selama berabad-abad, umat Hindu telah menggunakan kotoran sapi untuk membersihkan rumah mereka dan untuk ritual doa karena dipercaya memiliki khasiat terapeutik dan antiseptik.

Praktik penggunaan kotoran sapi untuk menangkal COVID-19 ini lantas mendapat peringatan keras dari kalangan dokter di India. Para dokter menyatakan tidak ada bukti ilmiah terkait efektivitasnya dan justru berisiko menyebarkan penyakit lain.

"Tidak ada bukti ilmiah yang konkret bahwa kotoran sapi atau urin berfungsi untuk meningkatkan kekebalan terhadap COVID-19, itu sepenuhnya didasarkan pada keyakinan," tutur Presiden Nasional di Indian Medical Association, Dr JA Jayalal, dikutip dari Reuters pada Selasa (11/5). "Ada juga risiko kesehatan dalam mengoleskan atau mengonsumsi produk ini - penyakit lain dapat menyebar dari hewan ke manusia."

Selain itu, ada pula kekhawatiran bahwa praktik tersebut dapat berkontribusi pada penyebaran virus corona karena membuat orang-orang berkumpul dalam kelompok. Namun penanggung jawab penampungan sapi di Ahmedabad mengatakan bahwa jumlah peserta praktik pelumuran kotoran ini dibatasi.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts